Infrastruktur jaringan akses radio tradisional pada era komunikasi seluler 5G
umumnya masih bersifat rigid, tertutup, dan monolitik karena keterikatan eksklusif
pada satu vendor tertentu. Ketimpangan ini membatasi fleksibilitas dan
adaptabilitas komponen radio dalam mengimbangi arsitektur core network 5G
Standalone yang telah mengadopsi prinsip Service-Based Architecture yang
modular dan terbuka. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mentransformasi
infrastruktur testbed awal 5G SA di ITB menjadi platform yang cerdas dan adaptif
berbasis kontainer yang mampu mengorkestrasi serta mengendalikan sumber daya
radio secara otomatis dan dinamis. Metode yang digunakan adalah merancang dan
mengimplementasikan arsitektur Open Radio Access Network dengan
mengintegrasikan perangkat lunak OCUDU di bawah naungan Linux Foundation
sebagai komponen RAN, perangkat keras SDR USRP B210, platform klaster
Kubernetes dan Docker untuk orkestrasi microservices, Open5GS sebagai jaringan
inti, serta platform FlexRIC sebagai Near-RT RIC. Pada penelitian ini dilakukan
integrasi Near-RT RIC berbasis kontainer pada lingkungan testbed 5G SA cloudnative
menggunakan aplikasi xApp yang memanfaatkan spesifikasi model layanan
E2SM-KPM untuk pemantauan performa dan E2SM-RC untuk intervensi alokasi
sumber daya nirkabel pada User Equipment.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen testbed O-RAN
terintegrasi sukses beroperasi secara stabil dan sinkron. Pada evaluasi
pengoperasian pita frekuensi n78 dengan bandwidth 40 MHz dan modulasi 256-
QAM mencatatkan performa optimal dengan kecepatan throughput downlink
mencapai 122 Mbps dan uplink sebesar 64 Mbps, serta latensi round-trip time
(RTT) sebesar 11,6 ms. Lebih lanjut, implementasi closed-loop PRB Control pada
Near-RT RIC sukses meregulasi parameter jaringan secara near real-time dengan
estimasi total durasi control delay yang sangat responsif sebesar 137,666 ms
Perpustakaan Digital ITB