digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Infrastruktur jaringan akses radio tradisional pada era komunikasi seluler 5G umumnya masih bersifat rigid, tertutup, dan monolitik karena keterikatan eksklusif pada satu vendor tertentu. Ketimpangan ini membatasi fleksibilitas dan adaptabilitas komponen radio dalam mengimbangi arsitektur core network 5G Standalone yang telah mengadopsi prinsip Service-Based Architecture yang modular dan terbuka. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk mentransformasi infrastruktur testbed awal 5G SA di ITB menjadi platform yang cerdas dan adaptif berbasis kontainer yang mampu mengorkestrasi serta mengendalikan sumber daya radio secara otomatis dan dinamis. Metode yang digunakan adalah merancang dan mengimplementasikan arsitektur Open Radio Access Network dengan mengintegrasikan perangkat lunak OCUDU di bawah naungan Linux Foundation sebagai komponen RAN, perangkat keras SDR USRP B210, platform klaster Kubernetes dan Docker untuk orkestrasi microservices, Open5GS sebagai jaringan inti, serta platform FlexRIC sebagai Near-RT RIC. Pada penelitian ini dilakukan integrasi Near-RT RIC berbasis kontainer pada lingkungan testbed 5G SA cloudnative menggunakan aplikasi xApp yang memanfaatkan spesifikasi model layanan E2SM-KPM untuk pemantauan performa dan E2SM-RC untuk intervensi alokasi sumber daya nirkabel pada User Equipment. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen testbed O-RAN terintegrasi sukses beroperasi secara stabil dan sinkron. Pada evaluasi pengoperasian pita frekuensi n78 dengan bandwidth 40 MHz dan modulasi 256- QAM mencatatkan performa optimal dengan kecepatan throughput downlink mencapai 122 Mbps dan uplink sebesar 64 Mbps, serta latensi round-trip time (RTT) sebesar 11,6 ms. Lebih lanjut, implementasi closed-loop PRB Control pada Near-RT RIC sukses meregulasi parameter jaringan secara near real-time dengan estimasi total durasi control delay yang sangat responsif sebesar 137,666 ms