Klasifikasi fase penerbangan yang akurat adalah komponen fundamental dari
aplikasi penerbangan seperti Flight Operational Quality Assurance (FOQA),
manajemen lalu lintas udara (ATM), analisis kinerja pesawat, dan penilaian
keselamatan operasional. Seiring dengan semakin banyaknya maskapai
penerbangan yang mengandalkan data penerbangan operasional untuk mendukung
analisis ini, kebutuhan akan model klasifikasi yang akurat dan efisien secara
komputasi semakin meningkat. Namun, implementasi praktis tetap menantang
karena data Quick Access Recorder (QAR) mengandung frekuensi pengambilan
sampel yang heterogen, nilai yang hilang, dan sejumlah besar parameter yang
direkam. Studi ini mengusulkan kerangka kerja pembelajaran mesin terawasi untuk
klasifikasi fase penerbangan multikelas menggunakan data QAR Boeing 747-300
yang heterogen. Kerangka kerja ini mengintegrasikan praproses data QAR,
rekayasa fitur, klasifikasi XGBoost, pemilihan fitur berbasis SHapley Additive
exPlanations (SHAP), dan evaluasi ketahanan, sementara model berbasis aturan
deterministik dan state machine hibrida diterapkan sebagai perbandingan dasar.
Model XGBoost yang diusulkan mencapai akurasi klasifikasi keseluruhan sebesar
99,29% dengan skor Macro F1 sebesar 97,58%, mengungguli kedua metode
baseline. Analisis SHAP lebih lanjut mengurangi set fitur input dari 236 menjadi
hanya 10 fitur sambil mempertahankan akurasi 98,19% dan mengurangi waktu
pelatihan sekitar 70%. Hasil ini menunjukkan bahwa klasifikasi fase penerbangan
yang akurat, dapat diinterpretasikan, dan efisien secara komputasi dapat dicapai
dengan menggunakan subset kompak dari parameter QAR yang bermakna secara
fisik, memberikan dasar praktis untuk aplikasi penerbangan berbasis data.
Perpustakaan Digital ITB