Machine Learning (ML) telah menjadi salah satu pendekatan yang efektif untuk
memprediksi Health Index (HI) transformator tenaga. Namun, prediksi HI berbasis ML
sering menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan distribusi data antar kelas,
yang dapat menurunkan kemampuan model dalam mengklasifikasikan kelas minoritas
secara akurat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas berbagai teknik
resampling untuk mengatasi ketidakseimbangan data dan meningkatkan performa
model ML. Dataset yang digunakan terdiri atas 3.770 data transformator dari utilitas
ketenagalistrikan di Indonesia dengan level tegangan 70 kV, 150 kV, dan 500 kV serta
rentang usia operasi 1–41 tahun. Parameter yang digunakan meliputi Oil Quality Factor,
Fault Factor, dan Paper Insulation Condition Factor. Tiga algoritma ML, yaitu Neural
Network, Random Forest, dan Support Vector Machine, dievaluasi menggunakan rasio
pembagian data pelatihan dan pengujian sebesar 80:20 serta divalidasi menggunakan
dataset independen. Teknik resampling yang diterapkan mencakup metode
oversampling, undersampling, dan hybrid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode
Synthetic Minority Oversampling Technique–Edited Nearest Neighbor (SMOTE–ENN)
menghasilkan performa terbaik dengan meningkatkan nilai F1-score model Neural
Network dari 0,8123 menjadi 0,9729. Hasil validasi menunjukkan bahwa SMOTE–ENN
meningkatkan jumlah prediksi benar pada kelas Very Poor (VP) dari 5 menjadi 10 data.
Namun, peningkatan tersebut diikuti oleh penurunan jumlah prediksi benar pada kelas
Poor (P) dan Good (G), yang menunjukkan adanya trade-off terhadap kemampuan
generalisasi model. Sebaliknya, teknik oversampling Adaptive Synthetic Sampling
(ADASYN) meningkatkan nilai F1-score dari 0,8123 menjadi 0,9171 serta
menghasilkan performa yang lebih seimbang pada seluruh kelas HI. ADASYN
meningkatkan jumlah prediksi benar pada data validasi dari 5 menjadi 9 data untuk kelas
VP, dari 72 menjadi 86 data untuk kelas P, dari 78 menjadi 85 data untuk kelas Caution
(C), dari 81 menjadi 82 data untuk kelas G, serta dari 118 menjadi 120 data untuk kelas
Very Good (VG). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun SMOTE–ENN
lebih efektif dalam meningkatkan prediksi pada kelas VP, sementara ADASYN
memberikan kemampuan generalisasi yang lebih baik dengan mempertahankan
performa yang lebih seimbang pada seluruh kelas Health Index. Oleh karena itu,
ADASYN lebih sesuai untuk diterapkan pada prediksi HI transformator pada kondisi
data yang tidak seimbang.
Perpustakaan Digital ITB