Mangrove merupakan ekosistem pesisir yang berperan penting dalam penyimpanan
karbon biru. Namun, informasi spasial stok karbon mangrove masih terbatas,
terutama pada wilayah yang minim data lapangan. Penelitian ini bertujuan
melakukan pemodelan stok karbon mangrove secara spasial di kawasan Segara
Anakan, Cilacap, menggunakan integrasi citra optis Landsat, radar SAR L-band
ALOS PALSAR/PALSAR-2, dan data canopy height berbasis algoritma machine
learning dengan seleksi fitur Grey Wolf Optimization (GWO). Sebanyak 21
variabel prediktor yang mencakup band reflektansi optis, indeks vegetasi, fitur
radar, dan canopy height dianalisis dalam tiga skenario sensor yaitu optis, radar,
dan integrasi, menggunakan algoritma Random Forest, XGBoost, dan CatBoost,
baik tanpa maupun dengan optimasi GWO. Model dibangun menggunakan data
tahun 2010 sebagai baseline dan dievaluasi menggunakan R², RMSE, MAE, dan
MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario integrasi multisensor secara
konsisten menghasilkan akurasi tertinggi pada ketiga algoritma yang diuji. Model
terbaik yaitu XGBoost skenario integrasi dengan GWO mencapai R² = 0,441,
RMSE = 9,901ton C/ha, MAE = 5,553 ton C/ha, dan MAPE = 36,85%, dengan
reduksi 21 variabel menjadi 8 fitur optimal. Aplikasi model terbaik menghasilkan
pemodelan total stok karbon mangrove Segara Anakan sebesar 255.276,656 ton C
pada tahun 2010 dan 220.738,797 ton C pada tahun 2020, dengan penurunan
sebesar 34.537,859 ton C yang mengindikasikan degradasi ekosistem mangrove
selama satu dekade.
Perpustakaan Digital ITB