digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan kanker payudara juga disertai peningkatan N-glikan tipe tinggi manosa pada glikoprotein permukaan sel. Hal ini membuka peluang pemanfaatan molekul pengikat glikan untuk deteksi kanker, salah satunya BanLec. BanLec merujuk pada lektin pisang famili jacalin-related (JRL) yang memiliki afinitas terhadap manosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi lektin Musa balbisiana dan Musa troglodytarum, serta mensimulasikan BanLec sebagai molekul pengenal glikan melalui pemodelan komputasional. Identifikasi lektin dilakukan melalui analisis proteom LCHRMS/ MS terhadap daging buah pisang Musa balbisiana dan Musa troglodytarum pada tingkat kematangan Peel Color Index (PCI) 6. Hasil analisis proteomik terhadap pisang M. troglodytarum dan M. balbisiana secara berturut-turut menunjukkan sebanyak 1093 dan 322 kelompok protein yang teridentifikasi. Pada M. troglodytarum dan M. balbisiana secara berturut-turut, sebanyak 3.8% dan 12.4% dari total proteom merupakan kelompok lektin serta 7 dan 8 lektin di antaranya merupakan BanLec. Selanjutnya urutan asam amino BanLec diseleksi berdasarkan motif pengikat karbohidrat, dimodelkan 3D dengan SWISS-MODEL, dievaluasi dengan MolProbity, dan dilakukan studi penambatan molekuler terhadap Man?–Man?GlcNAc? yang dilaporkan meningkat pada kanker payudara menggunakan HADDOCK 2.4. Kompleks terbaik disimulasikan selama 100 ns dalam GROMACS dengan parameter CHARMM36m, diikuti perhitungan energi bebas ikatan dan dekomposisi energi MM/PBSA. BanLec B dan T membentuk kompleks paling stabil dengan Man?GlcNAc? dan Man7GlcNAc? (?G mencapai ?33.44±6.68 dan ?31.32±7.24 kkal mol?¹). Hal ini didorong oleh kontribusi van der Waals dan elektrostatik yang tinggi, sementara seluruh BanLec berinteraksi lemah dengan Man6GlcNAc? (?G hingga ?1,6 kkal mol?¹). Semua kompleks tetap stabil secara konformasional dengan RMSD backbone sekitar 1,25–1,75 Å dan radius girasi yang kompak selama 100 ns. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa BanLec B dan T teridentifikasi melalui analisis proteomik; mamp mengenali N-glikan tinggi manosa secara stabil; dan dapat diaplikasikan sebagai platform diagnostik berbasis lektin, seperti antibody-lectin sandwich assay.