Tugas Akhir
Terbatas Ina Nuastuti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Ina Nuastuti
» Gedung UPT Perpustakaan
Model standar kosmologi ”CDM terkenal atas keberhasilannya menjelaskan
fenomena yang berkaitan dengan struktur alam semesta di skala besar dengan menggunakan model materi gelap non-relativistik. Akan tetapi model
ini memiliki beberapa perbedaan prediksi di skala kecil dengan model materi gelap alternatif seperti Warm Dark Matter (WDM). WDM menjelaskan
adanya mekanisme penekanan kelimpahan substruktur halo materi gelap bermassa rendah yang dikarakterisasi dengan parameter half-mode mass (Mhm).
Pelensaan gravitasi kuat menjadi salah satu metode yang umum dipakai untuk
studi substruktur karena pembelokan cahaya langsung berbicara tentang keberadaan massa. Namun demikian, upaya mengekstrak parameter substruktur
langsung dari citra pelensaan mustahil dilakukan dengan metode konvensional seperti pemodelan manual, mempertimbangkan substruktur mempunyai
efek pelensaan yang lemah dan jumlahnya yang bisa mencapai ribuan serta
tersebar acak. Penelitian ini mencoba mengatasi keterbatasan ini dengan menerapkan Simulation-Based Inference (SBI) dan deep learning pada kerangka
kerja PALTAX dengan merealisasikan 2 populasi substruktur: subhalo dan lineof-sight (LOS) halo dibawah asumsi WDM. Penelitian ini menunjukkan hasil
prediksi yang sangat baik untuk parameter makroskopis lensa, walaupun prediksi per-citra untuk parameter substruktur masih mengalami bias terhadap
prior. Dengan mengaplikasikan inferensi hierarkis bayesian, penelitian ini berhasil membatasi nilai parameter normalisasi fungsi massa subhalo (#sub) mendekati nilai benarnya (< 1?) serta logaritma dari half-mode mass (log m hm)
di derajat signifikansi 2? dan memulihkan urutan relatif nilai log m hm pada
simulasi alam semesta yang berbeda.
Perpustakaan Digital ITB