Sektor transportasi memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan
pertumbuhan ekonomi, namun memberikan dampak terhadap aspek lingkungan,
sosial, dan ekonomi. Kereta api diakui sebagai moda transportasi yang rendah emisi
dan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda Net Zero Emission 2060 di
Indonesia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menerapkan berbagai inisiatif
keberlanjutan, namun belum memiliki seperangkat indikator transportasi
berkelanjutan yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi implementasi
keberlanjutan layanan kereta api penumpang jarak jauh. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikasi dan menentukan prioritas indikator transportasi
berkelanjutan yang relevan untuk kereta api penumpang jarak jauh di PT Kereta
Api Indonesia (Persero).
Penelitian menggunakan pendekatan multimethod yang dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama yaitu mengidentifikasi indikator melalui studi literatur dan analisis
konten terhadap penelitian terdahulu, yang menghasilkan 33 indikator awal.
Indikator tersebut kemudian diseleksi berdasarkan kriteria SMART dan kesesuaian
dengan fase operasional layanan kereta api penumpang jarak jauh. Proses seleksi
menghasilkan 15 indikator yang dikelompokkan berdasarkan kerangka Triple
Bottom Line yang terdiri atas 5 indikator lingkungan, 5 indikator sosial, dan 5
indikator ekonomi. Tahap kedua yaitu menentukan prioritas indikator
menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Penilaian responden ahli
yang memenuhi kriteria konsistensi diagregasi menggunakan Aggregation of
Individual Judgments–Geometric Mean Method (AIJ-GMM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek lingkungan, Emisi Gas Rumah
Kaca memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,3369. Sedangkan pada aspek sosial,
Keselamatan memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,3418. Pada aspek ekonomi,
Rasio Pendapatan terhadap Biaya Operasional memperoleh bobot tertinggi sebesar
0,3352.
Dengan menggunakan bobot yang setara pada ketiga aspek Triple Bottom Line,
hasil pembobotan secara keseluruhan menunjukkan bahwa Keselamatan menjadi
indikator prioritas tertinggi dengan skor 0,1139, diikuti Emisi Gas Rumah Kaca
sebesar 0,1123, dan Rasio Pendapatan terhadap Biaya Operasional sebesar 0,1117.ii
Ketiga indikator tertinggi tersebut masing-masing mewakili dari aspek yang
berbeda yaitu masing-masing dari aspek Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi yang
menunjukkan bahwa indikator prioritas tertinggi tersebar pada seluruh aspek
keberlanjutan. Hasil penelitian menghasilkan seperangkat indikator prioritas yang
dapat menjadi dasar bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam melakukan
pengukuran dan evaluasi kinerja keberlanjutan, penetapan target, penyusunan
kebijakan, pengambilan keputusan, serta sistem pelaporan keberlanjutan
Perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB