digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-COVER.pdf


2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-BAB 1.pdf

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-BAB 2.pdf

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-BAB 3.pdf

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-BAB 4.pdf

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-BAB 5.pdf

2008 TS PP SRI SUDJARWATI 1-PUSTAKA.pdf

Pada beberapa tahun belakangan ini, persoalan banjir sudah menjadi persoalan bersama, karena sebagian besar kawasan di Indonesia mengalaminya, begitu juga dengan peristiwa bencana yang terjadi di kabupaten Trenggalek pada tanggal 19 April 2006. Bencana banjir yang terjadi di kabupaten Trenggalek berjenis banjir limpasan dengan daya rusak air yang tinggi, sehingga mengakibatkan dampak kerugian yang sangat besar.Implikasi fenomena banjir bisa berdampak pada semua aspek kegiatan, untuk pengamatan penelitian kali ini diarahkan pada sepuluh sektor dan dilakukan pada tujuh kecamatan, yaitu di Kecamatan Trenggalek Kota, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Gandusari, Kecamatan Durenan, Kecamatan Tugu, Kecamatan Bendungan dan kecamatan Karangan. Adapun sektor yang diamati antara lain sektor pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, permukiman, pengairan, transportasi, perdagangan dan pariwisata.Pengamatan peristiwa banjir pada penelitian kali ini tidak hanya menghitung tingkat kerugian saat banjir terjadi atau actual cost losses, namun juga memperhitungkan opportunities losses akibat peristiwa banjir. Sehingga dengan konsep ini diharapkan dapat memberikan pilihan kebijakan bagi pengambil keputusan.Dari hasil penelitian didapat nilai actual cost losses sebesar Rp. 86.746.228.668,00 dan nilai opportunities losses sebesar Rp. 40.891.770.349,00, sementara nilai recovery cost yang telah dilakukan pemerintah pada tahun anggaran 2006 dan 2007 sebesar Rp. 14.270.468.650,00. Dengan demikian bila kebijakan yang ditetapkan tidak berpihak pada penanggulangan bencana, sehingga menyebabkan bencana banjir terulang kembali, maka seluruh nilai yang ada akan menjadi nilai total losses sebesar Rp. 141.908.467.667,00, konsep inilah yang diharapakan dapat memberikan tekanan agar kebijakan diputuskan dengan benar.