Saat ini Bank Muamalat Indonesia (BMI) dalam fase transformasi yaitu tahap untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Percepatan tersebut erat kaitannya dengan daya saing yang dimiliki oleh BMI. Kecenderungan menurunnya tingkat produktivitas karyawan BMI merupakan tantangan bagi bank untuk melakukan proses perbaikan.
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan merupakan variabel-variabel Pengembangan Organisasi yang dapat dikelompokkan ke dalam variabel strategi bisnis, variabel teknologi & struktur organisasi, variabel sumber daya manusia dan variabel pengelolaan manusia. Pengukuran produktivitas karyawan BMI adalah produktivitas parsial yang didasarkan pada total aset per karyawan.
Dari hasil kuesioner terhadap Pejabat BMI diketahui akar penyebab masalah adalah sebagai berikut : BMI belum memperhatikan efisiensi operasi dan kebutuhan nasabah dalam strategi bisnisnya; pengembangan dan aplikasi desain metode bekerja baru serta proses pengembangan produk perbankan untuk meningkatkan aspek tekno-struktural masih belum optimal; kurangnya pelatihan yang diselenggarakan BMI bagi pengembangan kompetensi karyawannya; dan masih sedikitnya karyawan yang telah melakukan proses berbagi pengetahuan dan bekerja dalam tim ad hoc.
Mengacu pada hasil analisis di atas, maka studi ini mengusulkan 4 (empat) program dasar bagi peningkatan produktivitas karyawan BMI, yaitu: (1) Budgetary Control Program( Marketing Budget Improvement & Procurement Function Improvement); (2) Work Design Improvement Program (Standard Operating Procedure (SOP) of Marketing and Operation Staff’s Activities Improvement); (3) Training Program (Service Training, Marketing & Time management Training); dan (4) Sharing Program (Knowledge Cafe & Board & Employees Gathering).
Perpustakaan Digital ITB