Abstrak - Hartanto Luwis
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Proses distribusi model Van Sales pada PD Mantap Coffee saat ini sepenuhnya mengandalkan
pencatatan manual dan pengawasan berbasis kepercayaan (trust-based),
menciptakan titik buta (blind spot) operasional yang berisiko menimbulkan kecurangan
seperti pengiriman fiktif (ghost delivery), manipulasi setoran tunai (cash slippage),
serta kompleksitas pada rekonsiliasi sengketa piutang. Penelitian ini merancang
dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Distribusi berbasis
Progressive Web App (PWA) untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi
pengawasan operasional lapangan, dikembangkan menggunakan metodologi
Waterfall dengan kebutuhan fungsional dan nonfungsional yang diperoleh melalui
wawancara semi-terstruktur bersama pemilik usaha dan tenaga penjual. Solusi ini
mengintegrasikan mekanisme Three-Layer Validation, terdiri dari pembatasan wilayah
(Geofencing) menggunakan komputasi formula Haversine, otorisasi transaksi
nirsangkal melalui One-Time Password (OTP) WhatsApp, serta pembuktian visual
faktual (live photo capture), didukung arsitektur offline-first (IndexedDB dan Service
Worker) dengan sinkronisasi otomatis untuk mengatasi kendala konektivitas
lapangan. Hasil evaluasi menggunakan Black Box Testing menunjukkan bahwa seluruh
skenario fungsional berjalan sesuai spesifikasi (100% keberhasilan), Pengujian
Batas Nilai (Boundary Value Analysis) mengonfirmasi keandalan validasi jarak pada
toleransi radius kritis 50 meter, dan evaluasi kegunaan melalui Pengujian Penerimaan
Pengguna (UAT) bersama tiga responden nyata mencatat tingkat keberhasilan tugas
sebesar 100% pada seluruh 24 skenario, dengan rata-rata skor System Usability
Scale (SUS) sebesar 80,0 yang tergolong kategori Sangat Baik (Excellent). Kesimpulannya,
sistem yang dibangun terbukti berfungsi sesuai spesifikasi dan diterima
dengan sangat baik oleh pengguna, sehingga berpotensi menjadi solusi digitalisasi
operasional yang relevan bagi skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),
meskipun dampak riilnya terhadap penurunan kecurangan dan efisiensi waktu rekonsiliasi
masih memerlukan uji coba jangka panjang lebih lanjut.
Perpustakaan Digital ITB