Abstrak - Nathaniel Liady
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Ancaman siber modern telah berevolusi dari malware berbasis berkas konvensional
menuju serangan yang memanfaatkan penyamaran artefak dan eksekusi pada
saat runtime. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara observasional respons
beberapa produk anti-spyware terhadap artefak packer yang dikembangkan untuk
skenario initial access terkontrol. Purwarupa packer dikembangkan menggunakan
bahasa pemrograman Rust dengan pendekatan dua komponen, yaitu builder untuk
melakukan enkripsi XOR sederhana dan penyisipan payload sebagai resource, serta
stub loader untuk mengambil, mendekripsi, dan menjalankan alur uji pada lingkungan
Windows yang terisolasi. Evaluasi dilakukan secara kualitatif terhadap Windows
Defender, AVG AntiVirus Free, dan Avast Free Antivirus melalui dua skenario,
yaitu pengujian lokal packer dan pengujian artefak yang diintegrasikan dengan dropper,
payload exfiltration, serta komunikasi C2 pengujian. Hasil evaluasi menunjukkan
bahwa mekanisme packing menghasilkan artefak dengan hash berbeda dari
payload asli dan dapat menjalankan alur uji sampai titik observasi. Namun, bukti
yang tersedia hanya memberikan indikasi terbatas mengenai pengurangan keterlihatan
statis dan eksekusi tanpa penulisan ulang payload pada direktori yang diperiksa.
Pada skenario terintegrasi, Windows Defender tidak menunjukkan ancaman aktif
pada bukti pemindaian yang digunakan, AVG melakukan CyberCapture kemudian
menilai dropper aman, sedangkan Avast tidak menampilkan peringatan, pemblokiran,
atau karantina dan membiarkan artefak berjalan hingga titik observasi payload
C2. Dengan demikian, penelitian ini lebih tepat diposisikan sebagai evaluasi observasional
kualitatif terhadap perbedaan respons produk anti-spyware, bukan sebagai
pembuktian umum atas ketahanan artefak terhadap seluruh mekanisme deteksi modern.
Perpustakaan Digital ITB