digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nathaniel Liady
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Ancaman siber modern telah berevolusi dari malware berbasis berkas konvensional menuju serangan yang memanfaatkan penyamaran artefak dan eksekusi pada saat runtime. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara observasional respons beberapa produk anti-spyware terhadap artefak packer yang dikembangkan untuk skenario initial access terkontrol. Purwarupa packer dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Rust dengan pendekatan dua komponen, yaitu builder untuk melakukan enkripsi XOR sederhana dan penyisipan payload sebagai resource, serta stub loader untuk mengambil, mendekripsi, dan menjalankan alur uji pada lingkungan Windows yang terisolasi. Evaluasi dilakukan secara kualitatif terhadap Windows Defender, AVG AntiVirus Free, dan Avast Free Antivirus melalui dua skenario, yaitu pengujian lokal packer dan pengujian artefak yang diintegrasikan dengan dropper, payload exfiltration, serta komunikasi C2 pengujian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mekanisme packing menghasilkan artefak dengan hash berbeda dari payload asli dan dapat menjalankan alur uji sampai titik observasi. Namun, bukti yang tersedia hanya memberikan indikasi terbatas mengenai pengurangan keterlihatan statis dan eksekusi tanpa penulisan ulang payload pada direktori yang diperiksa. Pada skenario terintegrasi, Windows Defender tidak menunjukkan ancaman aktif pada bukti pemindaian yang digunakan, AVG melakukan CyberCapture kemudian menilai dropper aman, sedangkan Avast tidak menampilkan peringatan, pemblokiran, atau karantina dan membiarkan artefak berjalan hingga titik observasi payload C2. Dengan demikian, penelitian ini lebih tepat diposisikan sebagai evaluasi observasional kualitatif terhadap perbedaan respons produk anti-spyware, bukan sebagai pembuktian umum atas ketahanan artefak terhadap seluruh mekanisme deteksi modern.