Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Data Integrity Risk Assessment
(DIRA) pada Laboratorium Pengujian Mutu salah satu industri vaksin di Indonesia
dengan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk
mengidentifikasi, memprioritaskan, dan mengendalikan risiko integritas data pada
seluruh siklus hidup data pengujian. Penelitian menggunakan desain penelitian
operasional dengan pendekatan kuantitatif dan evaluasi one-group pretest-posttest.
Unit analisis penelitian adalah hasil analisis sistem data yang dihasilkan dari salah
satu section Laboratorium Pengujian Mutu. Data dikumpulkan melalui telaah
dokumen, identifikasi proses bisnis, pengelompokkan kategori data dan data
criticality, analisis risiko data, penilaian risiko, dan penyusunan rencana mitigasi.
Pemetaan 26 data criticality prioritas tinggi, pada 15 kelompok proses,
menunjukkan 42 failure mode pada area pengendalian akses, audit trail review,
retensi raw data, kontrol spreadsheet, sinkronisasi waktu, backup-restore, dan
kelengkapan review data elektronik. Setelah rencana mitigasi disusun, median RPN
pada failure mode turun dari 34 menjadi 12. Implementasi DIRA berbasis FMEA
terbukti layak diterapkan sebagai alat pemetaan risiko integritas data, prioritasisasi
rencana mitigasi, dan penguatan kepatuhan laboratorium terhadap prinsip
ALCOA+, tata kelola data, dan kesiapan inspeksi.
Perpustakaan Digital ITB