ABSTRAK Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Mianda Esther P. Sianturi
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
DKI Jakarta merupakan kota dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia dan
tingkat penggunaan transportasi umum yang masih rendah, yaitu sekitar 21 persen,
sehingga kemacetan menjadi tantangan utama mobilitas perkotaan. Sebagai upaya
perluasan jaringan angkutan massal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang
membangun MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota
dengan tujuh stasiun bawah tanah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi
pengaruh pembangunan MRT Jakarta Fase 2A terhadap preferensi pemilihan moda
transportasi pekerja di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan metode stated choice experiment terhadap 219 responden pekerja di koridor
Thamrin menuju Kota yang dipilih melalui purposive sampling. Skenario pilihan
memuat delapan situasi perjalanan hipotetis dengan enam alternatif moda dan tiga
atribut layanan, yaitu waktu tempuh, biaya perjalanan, dan waktu tunggu. Analisis
dilakukan menggunakan model Multinomial Logit, analisis elastisitas waktu
tempuh, analisis market share, serta analisis matriks perpindahan moda. Hasil
estimasi menunjukkan bahwa waktu tempuh merupakan satu-satunya atribut yang
berpengaruh signifikan, sementara biaya perjalanan dan waktu tunggu tidak
terbukti signifikan secara statistik. Pekerja pengguna mobil pribadi, pekerja
berpendapatan tinggi (di atas Rp10.000.000 per bulan), pekerja berusia 23 tahun ke
bawah, dan pekerja asal Jakarta Selatan cenderung lebih memilih MRT. MRT
memperoleh pangsa tertinggi sebesar 36,33 persen, diikuti TransJakarta sebesar
29,22 persen dan KRL sebesar 15,55 persen. Matriks perpindahan moda
mengindikasikan bahwa potensi perpindahan ke MRT terbesar berasal dari
pengguna mobil pribadi sebesar 58,8 persen dan motor pribadi sebesar 52,5 persen,
sehingga kehadiran MRT Fase 2A berpotensi meningkatkan pangsa angkutan
umum secara keseluruhan, bukan sekadar merelokasi penumpang dari moda umum
yang telah ada.
Perpustakaan Digital ITB