Area X yang dikelola oleh BOB PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu terdiri dari berbagai lapangan, sebagian besar merupakan lapangan yang telah berproduksi dari
tahun 1980. Area ini mempunyai 160 sumur produksi, 98% sumur menggunakan ESP. Dari beberapa sumur, fluida dialirkan ke flowline yang kemudian membentuk cluster.
Setelah itu, fluida dialirkan melalui jaringan pipa utama. Fluida dialirkan dan diproses hanya ke 1 (satu) Stasiun Pengumpul. Telah terjadi perubahan situasi dan kondisi pada operasi pengaliran produksi minyak sejak dimulainya operasi produksi, misalnya di masa lalu fluida produksi yang mengalir adalah 300.000 BFPD dengan water cut maksimum 30%, saat ini fluida yang mengalir turun menjadi 230.000 BFPD dengan Water Cut 95%. Seiring dengan perubahan-perubahan kondisi, tidak dilakukan upaya pembaharuan pada sebagian besar jaringan pipa di area X, hanya dilakukan perbaikan/penggantian jika terjadi kebocoran. Perubahan kondisi ini juga menyebakan terjadinya penurunan angka produksi terukur di Stasiun Pengumpul, kontradiksi dengan penambahan produksi dari sumur-sumur. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, terlihat telah terjadi persoalan hambatan/gangguan aliran pada jaringan pipa di area X. Tesis ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah dan lokasi masalah, serta
memberikan alternatif solusi yang tepat melalui suatu studi yang terintegrasi dan menyeluruh. Agar hasil analisa lebih cepat, tesis ini menggunakan bantuan piranti lunak. Penyusunan tesis dimulai dengan pengumpulan data dari database perusahaan dan akuisisi data dari lapangan-lapangan di area X. Data diolah dan dilakukan simulasi untuk menentukan skenario dasar, selanjutnya dilakukan analisa untuk menentukan titik lokasi permasalahan dan menentukan alternatif solusi yang sesuai. Setelah itu, dilakukan simulasi untuk masing-masing alternatif solusi dan membandingkannya dengan skenario dasar. Kegiatan pengaliran fluida dari suatu cluster atau lapangan akan mempengaruhi tekanan alir dari cluster atau lapangan lainnya. Adanya kenaikan produksi dari salah satu cluster akan mempengaruhi tekanan alir dari cluster yang lain dan pertemuan pipa dari lapangan yang berbeda dapat mengakibatkan terjadinya bottle neck. Hasil simulasi menunjukkan semua alternatif solusi memenuhi batasan kemampuan reservoir dan operasi. Semakin besar nilai investasi ditanamkan untuk suatu solusi, maka akan semakin besar potensi kenaikan pengaliran produksi yang akan terjadi. Alternatif solusi pemisahan jaringan pipa utama dan pembuatan GS baru akan meningkatkan potensi pengaliran sebesar 114.000 BFPD.
Perpustakaan Digital ITB