digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penurunan tekanan kepala sumur geotermal PLTP Ulumbu menyebabkan kapasitas daya menurun dari 10 MW menjadi 7,5 MW. Kondisi ini dipengaruhi oleh natural decline tekanan reservoir serta akumulasi hambatan aliran pada wellbore. Sumur ULB-02 sebagai sumber utama suplai uap sejak 2012 menunjukkan penurunan performa yang signifikan. Antara tahun 2004 hingga 2022, laju alir massa turun dari 30–35 kg/s menjadi 15–22 kg/s pada tekanan kepala sumur 15-20 bara. Penurunan ini sejalan dengan deplesi tekanan reservoir senilai 22,6% dari semula 32,3 bara menjadi 25,3 bara dan penurunan PI senilai 83% dari 6,7×10?¹? m³ menjadi 1,13×10?¹? m³. Selain itu, peningkatan Cwb senilai 5,5% dari 1,28 kg/s·bar menjadi 1,35 kg/s·bar menunjukkan bertambahnya hambatan aliran di dalam sumur. Nilai PI dan Cwb tahun 2022 dihitung berdasarkan data paska well washing menggunakan injeksi kondensat pada sumur ULB-02. Pemulihan laju alir dari 15– 20 kg/s menjadi 20–25 kg/s setelah injeksi kondensat menunjukkan bahwa hambatan akumulatif juga merupakan faktor dominan penurunan performa laju alir massa sebelum intervensi pada sumur. Pendekatan DCA dengan pengaturan WHP senilai 13 bara menunjukkan exponential decline sebesar 11,4% dan harmonic decline 19% sebelum intervensi, dengan proyeksi penurunan laju alir massa di bawah 15 kg/s pada tahun 2022. Setelah intervensi sumur ULB-02, nilai decline rate membaik menjadi 3,9% (eksponensial) dan 4,5% (harmonik), dengan proyeksi laju alir massa optimis tetap di atas 20 kg/s hingga tahun 2031. Hasil ini menjadi dasar untuk merumuskan strategi well intervention maupun penyiapan sumur injeksi dalam menjaga laju alir uap dan tekanan reservoir sehingga memperpanjang umur produksi sumur ULB-02.