ABSTRAK Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Hasan Wahab Syamsul Bani
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Kegiatan penambangan pada batuan kapur memiliki risiko tinggi terhadapamblesan permukaan dan ketidakstabilan lereng akibat adanya rongga bawahtanah yang terbentuk dari proses pelarutan mineral karbonat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan, sebaran, dan kedalaman ronggabawah tanah di area Tambang Batu Kapur Anna sebagai langkah awal mitigasi
bencana. Metode yang digunakan adalah Ground Penetrating Radar (GPR), sebuah teknik investigasi non-destruktif yang memanfaatkan gelombangelektromagnetik. Data hasil akuisisi diolah menggunakan perangkat lunakMATGPR melalui serangkaian tahapan, meliputi Remove DC, Dewow, InverseAmplitude Decay, Remove Global Background, Band Pass Filter, serta 1DTime to Depth Conversion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GPRberhasil
mengidentifikasi indikasi rongga yang ditunjukkan oleh anomali peningkatanamplitudo lokal dan pola refleksi berbentuk hiperbola. Indikasi ronggaditemukan pada lintasan 1, 4, 5, dan 6, dengan rentang kedalaman antara 5hingga 15 meter. Selain itu, ditemukan reflektor kontinu pada kedalaman 9–10meter di seluruh lintasan yang mengindikasikan adanya batas lapisan material
secara regional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode GPR efektif dalammendeteksi fitur bawah permukaan tanpa merusak struktur tanah, sehinggasangat berguna untuk meningkatkan keselamatan kerja di area pertambangan.
Perpustakaan Digital ITB