digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Institusi kesehatan di seluruh dunia menghadapi tantangan dalam mempertahankan tenaga kerja perawat, yang berdampak terhadap penyediaan layanan dan stabilitas organisasi. Sebagai rumah sakit rujukan nasional, RSUP Sardjito berperan penting dalam sistem kesehatan regional, namun tingginya proporsi perawat kontrak menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas tenaga kerja jangka panjang. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktorfaktor organisasi memengaruhi niat perawat untuk tetap berada dalam peran mereka, menggunakan perspektif teoretis terintegrasi. Berlandaskan Teori Pertukaran Sosial, Teori Dukungan Organisasi, dan Teori Kebutuhan dan Sumber Daya Pekerjaan, penelitian ini menganalisis bagaimana persepsi keadilan, keberadaan dukungan institusional, dan dinamika antara kebutuhan pekerjaan dan sumber daya yang tersedia bagi perawat secara kolektif memengaruhi keputusan mereka terkait kelanjutan pekerjaan di organisasi. Berdasarkan perspektif ini, studi ini mengusulkan bahwa praktik manajemen sumber daya manusia (HRM), budaya pembelajaran organisasi (OLC), dukungan organisasi yang dirasakan (POS), dan kualitas kehidupan kerja (QWL) masingmasing memiliki hubungan positif dan signifikan dengan retensi perawat. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 332 staf perawat di RSUP Sardjito. Hipotesis diuji melalui analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik HRM, OLC, POS, dan QWL masing-masing memiliki dampak positif terhadap retensi perawat. Strategi HRM yang efektif dan budaya yang mendorong pembelajaran meningkatkan keterlibatan dan komitmen. Ketika perawat merasa mendapatkan dukungan dan investasi yang tulus, mereka membangun loyalitas yang lebih kuat. Peningkatan kondisi kerja dan keseimbangan antara tuntutan pekerjaan meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi niat untuk pindah. Studi ini memperdalam pemahaman dengan mengintegrasikan faktor struktural, budaya, dan psikososial yang mempengaruhi retensi perawat di Indonesia.