Resistensi bakteri terhadap antibiotik konvensional mendorong pengembangan agen antibakteri alternatif berbasis nanopartikel. Zinc oxide (ZnO) telah banyak digunakan dalam berbagai aplikasi dan memiliki profil biokompatibilitas yang baik pada kondisi tertentu, sehingga nanopartikel ZnO (ZnO NP) banyak dikembangkan sebagai kandidat agen antibakteri. Namun, metode sintesis konvensional ZnO NP umumnya memerlukan biaya tinggi dan menggunakan reagen toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis ZnO NP melalui pendekatan sintesis hijau (green synthesis) menggunakan ekstrak buah merah (Pandanus conoideus Lam.) sebagai agen kompleksasi, penstabil, dan capping agent alami, mengarakterisasi nanopartikel yang dihasilkan, serta mengevaluasi aktivitas antibakterinya. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan ekstrak buah merah dan prekursor seng(II) nitrat heksahidrat pada kondisi basa (pH 12), dilanjutkan dengan pemanasan dan kalsinasi pada suhu 400°C. Karakterisasi menggunakan UV-Vis DRS, FTIR, XRD, SEM, dan PSA mengonfirmasi keberhasilan sintesis ZnO NP. Nanopartikel yang dihasilkan memiliki nilai band gap optik 3,17 eV, struktur kristal heksagonal wurtzite, ukuran kristalit 40,6 nm, derajat kristalinitas 79,8%, morfologi nanoflakes yang teraglomerasi dengan ukuran rata-rata panjang 150 nm dan lebar 125,4 nm, serta ukuran partikel hidrodinamik D50 sebesar 151,50 nm. Analisis FTIR juga mengindikasikan keberadaan residu organik atau biomolekul ekstrak pada permukaan nanopartikel, yang konsisten dengan kemungkinan perannya sebagai capping agent. Uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram Kirby–Bauer menunjukkan bahwa ZnO NP mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan kecenderungan peningkatan diameter zona hambat seiring peningkatan konsentrasi, mencapai diameter terbesar 17,5 ± 3,54 mm pada konsentrasi 10.240 mg/L. Namun, ZnO NP tidak menghasilkan zona hambat terhadap Escherichia coli pada kondisi pengujian yang digunakan. Ekstrak buah merah murni juga tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak buah merah berperan terutama dalam proses sintesis dan stabilisasi nanopartikel, sedangkan aktivitas antibakteri terutama berkaitan dengan ZnO NP yang terbentuk. Dengan demikian, ZnO NP hasil sintesis hijau menggunakan ekstrak buah merah berpotensi sebagai kandidat agen antibakteri terhadap bakteri Gram-positif, khususnya S. aureus, meskipun optimasi formulasi, konsentrasi, dan kondisi pengujian masih diperlukan untuk meningkatkan efektivitasnya terhadap bakteri Gram-negatif.
Perpustakaan Digital ITB