Percepatan teknologi digital telah mengubah cara manusia mengalami ruang, waktu, perhatian, dan realitas. Keterhubungan yang semakin intens dengan cyberspace membuat batas antara kehidupan fisik dan digital semakin kabur, sementara perubahan perhatian, identitas, dan kesadaran sering berlangsung tanpa disadari. Penciptaan ini berangkat dari kegelisahan penulis terhadap kondisi tersebut untuk memahami bagaimana percepatan digital memengaruhi pengalaman manusia dalam mengenali diri dan membangun relasi dengan realitas. Seni lukis digunakan sebagai medium ekspresi melalui pendekatan Seni sebagai Ekspresi dan Transavantgardism, dengan mitologi Icarus sebagai metafora perjalanan manusia menuju cyberspace. Konsep Dromologi, Piknolepsi, dan Phantasmagoria, serta teori Network Society, Masyarakat Performatif, dan New Reality menjadi landasan konseptual penciptaan. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa percepatan digital tidak hanya menghasilkan keterhubungan, tetapi juga fragmentasi perhatian, perubahan identitas, keterhanyutan dalam aktivitas digital, dan kaburnya batas antara realitas fisik dan digital. Temuan tersebut diterjemahkan melalui bahasa visual simbolis ekspresionisme sebagai ruang kontemplatif untuk merefleksikan hubungan manusia, teknologi, dan realitas.
Perpustakaan Digital ITB