Embet Furniture Ltd. adalah perusahaan furnitur asal Indonesia yang menyediakan produk furnitur kayu jati berkualitas tinggi melalui jalur penjualan ritel maupun online, Embet Furniture Ltd. didirikan pada tahun 2000 dan telah berkembang dengan menawarkan berbagai produk furnitur, meliputi produk standar sesuai katalog (dari kayu jati dan kayu solid lainnya), furnitur kustom (menggunakan material kayu solid, multiplex HPL, dan baja), serta layanan perbaikan furnitur, setelah beroperasi selama bertahun-tahun, Embet Furniture Ltd. telah bekerja sama dengan beberapa klien ternama, seperti hotel butik, arsitek, dan firma desain interior, namun perusahaan menghadapi tantangan dalam performa penjualan yang cenderung tidak mencapai target, terutama akibat meningkatnya persaingan dari produk impor dan strategi pemasaran digital yang belum optimal.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi terkini Embet Furniture Ltd., mengevaluasi model bisnis yang saat ini diterapkan, serta merumuskan strategi pemasaran baru untuk implementasi di masa depan, penelitian ini menggunakan metode analisis eksternal seperti analisis PESTEL, analisis pesaing melalui Porter’s 5 Forces, dan analisis persepsi pelanggan, secara internal, penelitian ini menerapkan analisis STP, analisis IRO, Business Model Canvas, serta evaluasi Marketing Mix, hasil dari analisis tersebut digunakan untuk menilai model bisnis yang ada dan mengembangkannya kembali dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perusahaan, strategi pemasaran baru kemudian diusulkan untuk meningkatkan brand awareness, memperbaiki performa penjualan, serta memperluas segmen pasar B2C dan B2B melalui inisiatif pemasaran digital yang lebih efektif untuk mendorong peningkatan pendapatan, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Embet Furniture Ltd. maupun perusahaan lain di industri furnitur, khususnya yang bergerak di bidang ritel dan furnitur kustom, guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB