digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Temu puth atau or Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe tanaman yang umum digunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional. Rimpang dari tanaman tersebut mengandung zat kurkuminoid, zat yang umum ditemukan pada genus Curcuma dengan manfaatnya yang melimpah termasuk sebagai antoksidan. Meski temu puth memiliki manfaat yang berlimpah, manfaat tersebut terhambat oleh tngkat kelarutan dalam air yang rendah, terutama berkaitan dengan aktvitas dan permeasinya pada kulit. Tujuan dari penelitan ini adalah mengurangi ukuran ekstrak C.zedoari untuk sediaan kulit. Beberapa metode hadir sebagai opsi untuk meningkatkan permeasi ekstrak tersebut, dengan metode nanosuspensi sebagai metode terpilih. Nanosuspensi tersebut menggunakan satu dari tga jenis ekstrak yang dihasilkan, yang masing-masing memiliki kandungan kurkuminoid dan aktvitas antoksidannya sendiri. Kandungan nanosuspensi yang dihasilkan adalah 1% ekstrak C.zedoaria, 0,2% Cocamidopropil betaine, 2% Tween 20, 2% propilen glikol, dan ditambahkan hingga 100% dengan air. Nanosuspensi yang dihasilkan memiliki tampilan berwarna cukup kuning dan keruh, dengan diameter ukuran partkel 1243.1 nm dan pH 5.8. Nanosuspensi kemudian diuji permeasi yang memperoleh puncak fux pada jam pertama, lalu mengalami penurunan pada jam kedua hingga jam ke-lima dari pengujian.