Persistensi covalently closed circular DNA (cccDNA) dan disfungsi respons imun merupakan hambatan utama dalam penyembuhan infeksi virus Hepatitis B (HBV). Vaksin terapeutik berbasis mRNA yang menargetkan lebih dari satu antigen HBV berpotensi mengatasi keterbatasan strategi konvensional dengan menginduksi respons imun yang lebih luas. Pada penelitian sebelumnya telah dikembangkan kandidat vaksin terapeutik multiepitop yang menggabungkan antigen HBcAg dan HBxAg melalui pendekatan reverse vaccinology dan immunoinformatics, serta menunjukkan potensi imunogenisitas secara in silico dan dapat diekspresikan secara in vitro. Namun, penelitian tersebut belum mencakup formulasi kandidat vaksin serta validasi respons imun kandidat vaksin dalam sistem penghantaran secara in vivo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi, mengevaluasi proses sintesis mRNA dan karakteristik fisikokimia kandidat vaksin yang terenkapsulasi LNP (lipid nanoparticle), serta menganalisis produksi IL-4 spesifik antigen pada mencit C57BL/6 yang diimunisasi dengan kandidat vaksin pengode multiepitop HBcAg–HBxAg dan konstruksi full-length HBcAg. mRNA disintesis melalui in vitro transcription (IVT) yang disertai substitusi uridine dengan pseudouridine dan penambahan ekor poly(A). mRNA tersebut kemudian diformulasikan bersama CpG ODN 1018 menggunakan Vivofectamine sebagai sistem penghantaran. Evaluasi proses sintesis mRNA dilakukan melalui penentuan persentase supercoiled circular DNA (SC%) plasmid sebagai template IVT dan penentuan kemurnian mRNA. Karakterisasi fisikokimia hasil formulasi, meliputi penentuan efisiensi enkapsulasi (EE%), ukuran dan distribusi partikel, serta morfologi nanopartikel. Adapun respons imun dievaluasi menggunakan ELISpot terhadap IL-4. Hasil menunjukkan bahwa kedua kandidat yang mengandung mRNA berhasil dipersiapkan dan diformulasikan dengan baik, yang ditunjukkan oleh nilai SC% plasmid >90%, mRNA memiliki kemurnian yang baik (A260/A280 <2,20), dan berhasil dienkapsulasi dengan nilai EE% >70%, ukuran partikel sekitar 200 nm, nilai PDI (Polydispersity Index) <0,4, serta keberadaan struktur bleb pada visualisasi morfologi partikel. mRNA HBcAg maupun multiepitop HBcAg–HBxAg berhasil meningkatkan jumlah sel penyekresi IL-4 secara signifikan dibandingkan kontrol PBS, dengan respons yang lebih tinggi setelah pemberian booster kedua. Keseluruhan temuan tersebut menyimpulkan bahwa kandidat vaksin mRNA-LNP memiliki kualitas formulasi yang mendukung penghantaran secara in vivo serta mampu menginduksi respons IL-4 yang berkaitan dengan jalur respons humoral. Hasil penelitian ini memberikan dasar untuk penelitian lanjutan yang akan mengkarakterisasi mekanisme imun secara spesifik dan mengevaluasi efikasi terapeutik menggunakan model infeksi HBV yang lebih relevan.
Perpustakaan Digital ITB