Salah satu cara melakukan kendali aliran pasif pada silinder adalah dengan menambahkan
pelat pemisah (splitter plate atau SP). SP dapat menekan vortex-induced
vibration (VIV) pada silinder sehingga gaya hambat rata-rata ???????? dan fluktuasi
gaya angkat ?????
???? berkurang. Dalam tesis ini, kendali aliran pasif dilakukan dengan
mensimulasikan aliran melintasi silinder dan SP dengan berbagai variasi parameter.
Simulasi dilakukan menggunakan metode Lattice Boltzmann (LBM) yang
unggul pada kisi Kartesius seragam. Permasalahan dengan kisi seragam pada
kasus aliran melintasi silinder adalah 80% daerah kisi tidak memerlukan resolusi
tinggi karena hanya mengandung solusi gradien rendah. Untuk mempercepat simulasi,
diperlukan skema kisi tidak seragam. Skema yang dipilih dalam tesis ini
adalah grid refinement ’penghalusan kisi’ yang diusulkan oleh Rohde. Metode ini
dikembangkan sehingga menjadi skema nested grid refinement ’penghalusan kisi
bertingkat’ untuk ???? jumlah tingkat. Algoritma ini diuji pada aliran melintasi
silinder dengan 2, 3, 4, dan 5 tingkat penghalusan. Hasil dari pengujian menunjukkan
akurasi yang hampir sempurna, baik secara visual maupun parametrik.
Percepatan komputasi yang diperoleh mencapai 23 kali lipat dibandingkan dengan
kasus tanpa penghalusan. Dengan skema yang tersedia, aliran melintasi silinder
dengan SP disimulasikan dengan variasi nilai bilangan Reynolds ???????? (100–200),
jarak pelat dari silinder ???? (0, 5????–2, 5????), dan tebal pelat ???? (0, 03????–0, 1????). Panjang
SP ditetapkan sebesar ????. Total terdapat 125 kasus simulasi. Hasil simulasi
dianalisis untuk mendapatkan konfigurasi terbaik dan pengaruh dari setiap parameter.
Secara umum, peningkatan ???? menurunkan ???????? dan ?????
???? . Di sisi lain,
pengaruh ???? dapat diabaikan pada semua hasil kecuali untuk ????????,???????? . Selain itu,
analisis medan aliran dan rezim aliran juga dilakukan.
Perpustakaan Digital ITB