digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Saat ini, pengguna online secara luas mengadopsi video live streaming pada TikTok. Karena potensinya untuk memanfaatkan pola pikir "lihat-sekarang-beli-sekarang" dari konsumen yang impulsif, live streaming commerce telah berkembang menjadi saluran pemasaran utama bagi bisnis. Beberapa penelitian telah melihat bagaimana perilaku konsumen saat melakukan pembelian impulsif, namun mengabaikan pentingnya komunikasi secara real-time antara pembeli dan penjual, produk yang terlibat dalam live streaming commerce, dan platform itu sendiri. Untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut, penelitian ini menyelidiki dampak kesenangan yang dirasakan dan manfaat yang dirasakan oleh pelanggan terhadap pembelian impulsif dalam live streaming commerce. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mendistribusikan survei kepada pengguna TikTok berbasis di Bandung dan Jakarta yang berusia antara 16 dan 26 tahun. Survei didistribusikan dari bulan Juni hingga Juli 2023 melalui media sosial. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan PLS-SEM. Terdapat tiga faktor yang berfungsi sebagai stimulus yang mempengaruhi persepsi afektif pelanggan (kesenangan yang dirasakan), yaitu daya tarik, kepercayaan, dan keahlian penjual. Selain itu, terdapat tiga faktor yang mempengaruhi persepsi kognitif pelanggan (manfaat yang dirasakan), yaitu kegunaan produk, kenyamanan pembelian, dan promosi harga. Faktor-faktor ini berkaitan dengan platform, yang dalam hal ini adalah TikTok fashion commerce. Persepsi afektif dan kognitif konsumen terhadap TikTok fashion commerce akan mempengaruhi keinginan mereka untuk membeli secara impulsif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi merek-merek fashion untuk meningkatkan strategi pemasaran terutama dalam menekankan perilaku pembelian impulsif konsumen.