digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Thoriq Dhiya Hanggara [19020086]
Terbatas  Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan

Walaupun pertumbuhan ekonomi stabil dan lalu lintas pengunjung tinggi di pusat perbelanjaan Indonesia, banyak pengunjung yang pergi tanpa melakukan pembelian. Perilaku ini, yang dikenal sebagai rojali (rombongan jarang beli) dan rohana (rombongan hanya nanya), mencerminkan pergeseran di mana konsumen mengunjungi pusat perbelanjaan terutama untuk melihat-lihat, bersosialisasi, atau mencoba produk, sementara pembelian dilakukan secara online. Studi ini meneliti faktor-faktor yang memengaruhi niat beli pengunjung pusat perbelanjaan dengan berfokus pada suasana toko, variasi tenant, promosi, dan kualitas layanan. Penelitian ini dilakukan di sebuah pusat perbelanjaan ritel di Jakarta Pusat, menggunakan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suasana toko yang dirancang dengan baik, campuran penyewa yang beragam yang didukung oleh penyewa utama, promosi yang menarik, dan kualitas layanan yang andal memainkan peran penting dalam membentuk niat pembelian pengunjung. Namun, temuan tersebut juga mengungkapkan kesenjangan antara jumlah pengunjung yang tinggi dan perilaku pembelian aktual. Studi ini berkontribusi pada literatur perilaku ritel dan konsumen dengan menjelaskan niat pembelian dalam konteks perilaku mal pasca-pandemi dan memberikan wawasan praktis bagi pengelola mal dan penyewa untuk lebih baik mengubah pengunjung menjadi pembeli.