Perusahaan ketenagalistrikan padat modal di Asia menghadapi tekanan likuiditas
yang berat karena mereka harus membiayai infrastruktur jangka panjang sekaligus
menjaga keandalan operasional sehari-hari. Kebijakan kas mereka juga
dipengaruhi oleh pendapatan yang diatur (regulated revenues), kewajiban utang,
kebutuhan modal kerja, dan kondisi politik negara. Namun, literatur saat ini
sebagian besar berfokus pada kelompok luas perusahaan non-keuangan, dengan
bukti yang terbatas mengenai perusahaan utilitas listrik. Penelitian ini mengkaji
faktor-faktor penentu kepemilikan kas pada sampel 31 perusahaan utilitas listrik
padat modal di Asia untuk periode 2016–2024.
Variabel yang dianalisis meliputi volatilitas arus kas operasi, intensitas belanja
modal, tingkat utang, modal kerja bersih, dan risiko negara. Pertumbuhan
pendapatan, profitabilitas, dan ukuran perusahaan ditempatkan sebagai variabel
kontrol, sedangkan risiko negara diukur melalui inversi indikator Stabilitas Politik
dari Worldwide Governance Indicators. Penelitian ini menerapkan desain
kuantitatif eksplanatori dengan menggunakan data panel sekunder. Kumpulan data
awal mencakup 279 observasi perusahaan-tahun, sementara model dinamis
menggunakan 248 observasi setelah variabel (periode sebelumnya) disertakan.
Kepemilikan kas dihitung sebagai rasio kas dan setara kas terhadap total aset.
Metode Two-Step System Generalized Method of Moments digunakan untuk
menangani persistensi dinamis, heterogenitas perusahaan yang tidak teramati,
serta potensi endogenitas. Temuan menunjukkan bahwa kepemilikan kas pada
periode sebelumnya memiliki koefisien positif dan signifikan sebesar 0,9600, yang
mengonfirmasi adanya persistensi likuiditas yang kuat.
Modal kerja bersih menunjukkan koefisien negatif dan signifikan sebesar 0,0404,
sehingga mendukung argumen substitusi likuiditas. Volatilitas arus kas, intensitas
belanja modal, tingkat utang, risiko negara, pertumbuhan pendapatan,
profitabilitas, dan ukuran perusahaan tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan pada tingkat kepercayaan lima persen. Hasil uji diagnostik dan uji
ketahanan memperkuat temuan utama ini. Dengan menyajikan bukti spesifik sektor,
studi ini menunjukkan bahwa likuiditas historis dan struktur modal kerja mampu
menjelaskan kepemilikan kas secara lebih konsisten dibandingkan dengan
ketidakpastian operasional, intensitas investasi, utang, dan risiko negara.
Perpustakaan Digital ITB