Bendungan PKP Ciracas merupakan salah satu bendungan perkotaan di Jakarta
Timur yang berfungsi sebagai tampungan limpasan dan pengendali banjir, namun
berpotensi mengalami pengikisan tepi akibat pengaruh curah hujan, limpasan
permukaan, dan karakteristik sedimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis
karakteristik hidrologi Bendungan PKP Ciracas serta mengidentifikasi potensi
pengikisan tepi melalui pendekatan pemodelan WRF-Hydro. Simulasi dilakukan
menggunakan data Global Forecast System (GFS) sebagai kondisi awal dan batas
atmosfer, kemudian divalidasi menggunakan data curah hujan ERA5 Reanalysis.
Analisis dilengkapi dengan evaluasi limpasan permukaan (surface runoff), debit
sungai (streamflow), karakteristik sedimen, serta pendekatan transport sedimen
menggunakan metode Meyer-Peter Müller.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan hujan di wilayah penelitian
dipengaruhi oleh konvergensi angin yang meningkatkan curah hujan dan limpasan
permukaan menuju Bendungan PKP Ciracas. Validasi curah hujan terhadap ERA5
menghasilkan nilai RMSE sekitar 26–27 mm dan MAE sekitar 20–21 mm di
Kecamatan Ciracas, yang menunjukkan model mampu merepresentasikan pola
temporal hujan meskipun masih mengalami kecenderungan overestimasi. Pola
debit sungai meningkat dari wilayah selatan menuju utara mengikuti akumulasi
aliran pada jaringan sungai, sedangkan hasil analisis sedimen menunjukkan
material dasar didominasi ukuran sangat halus (0,001–0,05 mm) yang berpotensi
mudah termobilisasi saat limpasan permukaan meningkat. Secara keseluruhan,
potensi pengikisan tepi Bendungan PKP Ciracas dipengaruhi oleh kombinasi curah
hujan, limpasan permukaan, debit aliran, karakteristik sedimen, dan kondisi struktur
pelindung tepi, sehingga pemantauan struktur, pengendalian sedimen, dan
pengelolaan limpasan perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas bendungan.
Perpustakaan Digital ITB