digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Bendungan PKP Ciracas merupakan salah satu bendungan perkotaan di Jakarta Timur yang berfungsi sebagai tampungan limpasan dan pengendali banjir, namun berpotensi mengalami pengikisan tepi akibat pengaruh curah hujan, limpasan permukaan, dan karakteristik sedimen. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik hidrologi Bendungan PKP Ciracas serta mengidentifikasi potensi pengikisan tepi melalui pendekatan pemodelan WRF-Hydro. Simulasi dilakukan menggunakan data Global Forecast System (GFS) sebagai kondisi awal dan batas atmosfer, kemudian divalidasi menggunakan data curah hujan ERA5 Reanalysis. Analisis dilengkapi dengan evaluasi limpasan permukaan (surface runoff), debit sungai (streamflow), karakteristik sedimen, serta pendekatan transport sedimen menggunakan metode Meyer-Peter Müller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan hujan di wilayah penelitian dipengaruhi oleh konvergensi angin yang meningkatkan curah hujan dan limpasan permukaan menuju Bendungan PKP Ciracas. Validasi curah hujan terhadap ERA5 menghasilkan nilai RMSE sekitar 26–27 mm dan MAE sekitar 20–21 mm di Kecamatan Ciracas, yang menunjukkan model mampu merepresentasikan pola temporal hujan meskipun masih mengalami kecenderungan overestimasi. Pola debit sungai meningkat dari wilayah selatan menuju utara mengikuti akumulasi aliran pada jaringan sungai, sedangkan hasil analisis sedimen menunjukkan material dasar didominasi ukuran sangat halus (0,001–0,05 mm) yang berpotensi mudah termobilisasi saat limpasan permukaan meningkat. Secara keseluruhan, potensi pengikisan tepi Bendungan PKP Ciracas dipengaruhi oleh kombinasi curah hujan, limpasan permukaan, debit aliran, karakteristik sedimen, dan kondisi struktur pelindung tepi, sehingga pemantauan struktur, pengendalian sedimen, dan pengelolaan limpasan perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas bendungan.