Produksi minyak mentah di Indonesia terus menunjukkan tren penurunan selama tiga dekade terakhir. Penurunan produksi ini mendorong pengembangan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu teknologi potensial adalah Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme dan senyawa metabolitnya untuk memodifikasi karakteristik minyak serta kondisi reservoir. Fraksi hidrokarbon berat, khususnya resin dan asphaltene, merupakan salah satu komponen yang memengaruhi viskositas dan mobilitas minyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri indigen hidrokarbonoklastik dari Sumur Minyak Bumi Jambi; skrining kemampuan biodegradasi isolat bakteri hidrokarbonoklastik berdasarkan degradasi fraksi berat hidrokarbon (resin dan asphaltene) untuk memperoleh isolat terpilih melalui analisis Saturate, Aromatic, Resin, dan Asphaltene (SARA); mengevaluasi potensi MEOR berdasarkan aktivitas emulsifikasi (E24), penurunan interfacial tension (IFT), dan perubahan viskositas minyak; serta menentukan Additional Oil Recovery (%AOR) dari konsorsium isolat terpilih menggunakan sand-pack column. Penelitian dilakukan melalui isolasi bertahap dengan medium Stone Mineral Salt Solution (SMSS) yang diperkaya dengan 2% (v/v) crude oil dan 0,1% (w/v) yeast extract; identifikasi molekuler isolat terpilih berbasis gen 16S rRNA; analisis SARA dengan kolom kromatografi; karakterisasi E24, IFT, dan viskositas; serta penentuan AOR dengan simulasi sand-pack column. Sebanyak 13 isolat diperoleh melalui isolasi bertahap dan diseleksi menjadi tiga isolat berdasarkan kemampuannya dalam mendegradasi resin dan asphaltene, yaitu isolat A3, B3, dan C3. Berdasarkan analisis gen 16S rRNA, ketiga isolat termasuk dalam genus Bacillus dan menunjukkan kedekatan filogenetik dengan Bacillus licheniformis dan Bacillus haynesii. Analisis SARA menunjukkan bahwa ketiga isolat mampu menurunkan fraksi resin dan asphaltene, dengan B3
menunjukkan aktivitas biodegradasi tertinggi, yaitu penurunan resin sebesar 62,08% dan asphaltene sebesar 30,97% relatif terhadap kontrol. Penurunan kedua fraksi berat tersebut disertai peningkatan proporsi fraksi saturates yang menunjukkan adanya perubahan komposisi fraksi hidrokarbon setelah perlakuan. Pada karakterisasi potensi MEOR, A3 menunjukkan aktivitas emulsifikasi tertinggi dengan nilai E24 sebesar 66% dan penurunan viskositas terbesar sebesar 63% relatif terhadap kontrol, sedangkan C3 menunjukkan penurunan IFT terbesar sebesar 31% relatif terhadap kontrol. Simulasi sand-pack column menggunakan konsorsium A3:B3:C3 (1:1:1) meningkatkan %AOR dari 4,44% menjadi 28,57%, atau sebesar 24,13 poin persentase dibandingkan kontrol. Secara keseluruhan, isolat A3, B3, dan C3 menunjukkan karakteristik fungsional yang berbeda dan berpotensi dalam MEOR melalui biodegradasi hidrokarbon berat, emulsifikasi, penurunan viskositas, dan penurunan IFT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat bakteri indigen dari Sumur Minyak Bumi Jambi berpotensi dikembangkan sebagai agen bioaugmentasi untuk meningkatkan perolehan minyak melalui pendekatan MEOR.
Perpustakaan Digital ITB