Biokorosi memiliki dampak besar pada industri dan menyebabkan kerugian ekonomi global hingga 50 miliar dolar AS. Salah satu spesies bakteri penyebab utama biokorosi di industri adalah Pseudomonas aeruginosa. Pendekatan konvensional untuk menghambat biokorosi dengan menggunakan biosida dalam jangka panjang dapat meningkatkan resistensi mikroba dan bersifat toksik. Pengembangan senyawa anti-korosi baru yang memanfaatkan agen biologis, seperti biosurfaktan, dapat menjadi solusi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian sebelumnya telah menguji potensi biosurfaktan sebagai agen anti-korosi dan anti-adhesi, namun pengujian aplikatifnya pada material logam masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi anti-adhesi biosurfaktan dari Bacillus clausii F7 terhadap biofilm P. aeruginosa guna menghambat laju biokorosi pada permukaan material yang kerap digunakan di industri, yaitu baja karbon ST-37. Penelitian dilakukan melalui tahap penentuan konsentrasi optimum menggunakan metode pengujian anti-adhesi secara mikrodilusi dengan berbagai variasi konsentrasi biosurfaktan B. clausii F7. Setelah diperoleh konsentrasi optimum, dilakukan pengujian makrodilusi pada kupon baja karbon ST-37. Kemampuan biosurfaktan B. clausii F7 dalam memodifikasi permukaan baja karbon ST-37 dilihat dari pengujian sudut kontak. Sementara itu, efektivitas biosurfaktan sebagai pelapis dianalisis berdasarkan parameter uji viabilitas sel planktonik dan biofilm, berat biofilm basah, laju korosi, serta visualisasi dengan SEM-EDS dan FlexAFM. Uji sudut kontak menunjukkan bahwa biosurfaktan B. clausii F7 bekerja dengan mengubah permukaan baja karbon ST-37 menjadi lebih hidrofilik, sehingga sel bakteri P. aeruginosa sulit menempel. Hasil uji mikrodilusi menunjukkan bahwa coating biosurfaktan B. clausii F7 dengan konsentrasi 62,5 ppm mampu menghambat adhesi P. aeruginosa hingga 47,1%. Pengaplikasian konsentrasi optimum tersebut terbukti efektif menghambat perkembangan biofilm P. aeruginosa pada kupon baja karbon ST-37 yang ditunjukkan oleh penurunan viabilitas sel planktonik dan biofilm, berat biofilm basah, serta laju korosi setelah inkubasi 6 jam dan 14 hari. Visualisasi dengan SEM-EDS memperlihatkan matriks EPS yang lebih tipis pada kupon baja karbon ST-37
dengan pelapisan biosurfaktan, meskipun analisis EDS tidak menunjukkan perkiraan produk korosi yang berbeda antara kontrol dan perlakuan. Peta topografi dari FlexAFM menunjukkan visualisasi mikrokoloni yang lebih sedikit dan kurang jelas pada perlakuan, serta adanya penurunan gaya adhesi maksimum. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelapisan dengan biosurfaktan B. clausii F7 memiliki potensi sebagai agen anti-adhesi ramah lingkungan yang cukup efektif untuk melindungi baja karbon ST-37 dari biokorosi.
Perpustakaan Digital ITB