digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ketergantungan pertanian modern terhadap pupuk dan pestisida kimia telah mendorong pengembangan bioinokulan berbasis mikroba sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di antara berbagai mikroba yang berpotensi dimanfaatkan, bakteri endofit menjadi kandidat yang menjanjikan karena mampu hidup di dalam jaringan tanaman dan berperan sebagai plant growth-promoting bacteria (PGPB) melalui peningkatan ketersediaan unsur hara, produksi fitohormon, dan aktivitas antagonistik terhadap patogen. Kunyit (Curcuma longa L.) merupakan salah satu tanaman rempah penting di Indonesia yang diketahui berasosiasi dengan komunitas bakteri endofit yang berpotensi dikembangkan sebagai bioinokulan lokal. Eksplorasi bakteri endofit indigen dari tanaman lokal penting dilakukan karena mikroba tersebut cenderung memiliki tingkat adaptasi yang lebih baik terhadap kondisi agroekosistem setempat. Rimpang kunyit yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti kurkumin dan senyawa fenolik, menyediakan mikrohabitat yang mampu menyeleksi komunitas bakteri endofit yang adaptif dan berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, karakteristik fungsional bakteri endofit rimpang kunyit asal Indonesia hingga kini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit rimpang kunyit asal Indonesia, mengevaluasi potensinya sebagai plant growth-promoting bacteria (PGPB) dan agen biokontrol, serta mengidentifikasi isolat berdasarkan analisis sekuensing gen 16S rRNA. Penelitian meliputi karakterisasi mikroklimat dan sifat kimia media tanam, optimasi sterilisasi permukaan, isolasi dan purifikasi bakteri endofit, karakterisasi morfologi, pengujian kemampuan pelarutan fosfat, fiksasi nitrogen, produksi indole-3-acetic acid (IAA), aktivitas biokontrol terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Fusarium equiseti, dan Ganoderma boninense, serta identifikasi molekuler menggunakan sekuensing gen 16S rRNA. Optimasi sterilisasi permukaan menggunakan kombinasi Tween 80, etanol, dan natrium hipoklorit berhasil menghilangkan kontaminan permukaan tanpa menurunkan viabilitas bakteri endofit. Dua isolat bakteri berhasil diperoleh yakni isolat 2A & 2B dan menunjukkan kemampuan memfiksasi nitrogen yang ditandai oleh pembentukan pelikel dan perubahan warna media NFb, melarutkan fosfat pada media NBRIP dengan solubilization index sebesar 4,4 pada hari ke-10. Produksi IAA untuk isolat 2A dan 2B secara berturut-turut mencapai 74,04 dan 49,19 ?g/mL pada hari ke-5 dengan suplementasi L-triptofan 0,1%. Kedua isolat tidak menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli maupun Staphylococcus aureus, tetapi mampu menghambat pertumbuhan miselium Fusarium equiseti sebesar 54% dan 53% pada hari ke-5 serta Ganoderma boninense sebesar 24% dan 20% pada hari ke-4, masing-masing untuk isolat 2A dan 2B. Analisis sekuensing gen 16S rRNA mengidentifikasi isolat 2A dan 2B sebagai Paenibacillus sp. dan Acinetobacter soli dengan kemiripan sekuens masing-masing sebesar 99%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua isolat memiliki potensi sebagai kandidat bioinokulan multifungsi melalui kemampuan melarutkan fosfat, memfiksasi nitrogen, menghasilkan IAA, dan menghambat pertumbuhan jamur patogen. Temuan ini memperkaya informasi mengenai bakteri endofit rimpang kunyit asal Indonesia serta memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan biofertilizer dan biokontrol berbasis mikroba lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan.