digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alya Rihadatul Aisyah
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

Siklon Tropis Senyar yang terjadi pada akhir November 2025 memicu cuaca ekstrem serta bencana hidrometeorologi parah di Sumatra. Sistem ini merupakan kejadian yang langka karena terbentuk di dekat ekuator yaitu wilayah Selat Malaka yang relatif sempit dan dangkal. Pembentukan siklon di wilayah tersebut menunjukkan pentingnya representasi interaksi atmosfer–laut dalam simulasi numerik, namun model atmosfer yang menggunakan data sea surface temperature (SST) statis sebagai kondisi batas tidak memperhitungkan proses dinamika laut dan respons SST terhadap perubahan kondisi atmosfer. Penelitian ini mengevaluasi bagaimana variasi skema kopel dalam sistem pemodelan Coupled Ocean Atmosphere-Wave-Sediment Transport (COAWST), yang mengintegrasikan model atmosfer Weather Research and Forecasting (WRF), model laut Regional Ocean Modeling System (ROMS), dan model gelombang Simulating WAves Nearshore (SWAN), memengaruhi respons SST serta representasi lintasan, intensitas, struktur spasial Siklon Tropis Senyar, dan curah hujan ekstrem selama kejadian tersebut. Eksperimen simulasi menggunakan tiga konfigurasi untuk mengevaluasi pengaruh peningkatan tingkat kopel, yaitu Skema 1 (WRF Only), Skema 2 (WRF–ROMS), dan Skema 3 (WRF–ROMS–SWAN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skema 2 dan Skema 3 mampu merepresentasikan perubahan SST secara dinamis serta pola pendinginan di belakang lintasan siklon yang mengindikasikan adanya cold wake, sementara pengaruh gelombang terhadap SST relatif kecil. Ketiga skema mampu merepresentasikan pola umum tekanan, sirkulasi angin, dan deep convection dari Siklon Tropis Senyar. Penerapan kopel juga meningkatkan kesesuaian representasi curah hujan ekstrem dengan observasi, terutama pada Skema 2, sedangkan Skema 3 memberikan representasi variabel angin yang lebih baik. Secara keseluruhan, sistem kopel berpengaruh terhadap respons dinamis laut dan representasi curah hujan, sedangkan pengaruhnya terhadap karakteristik siklon dan struktur konvektif bervariasi antarvariabel yang dievaluasi.