Siklon Tropis Senyar yang terjadi pada akhir November 2025 memicu cuaca
ekstrem serta bencana hidrometeorologi parah di Sumatra. Sistem ini merupakan
kejadian yang langka karena terbentuk di dekat ekuator yaitu wilayah Selat Malaka
yang relatif sempit dan dangkal. Pembentukan siklon di wilayah tersebut
menunjukkan pentingnya representasi interaksi atmosfer–laut dalam simulasi
numerik, namun model atmosfer yang menggunakan data sea surface temperature
(SST) statis sebagai kondisi batas tidak memperhitungkan proses dinamika laut dan
respons SST terhadap perubahan kondisi atmosfer. Penelitian ini mengevaluasi
bagaimana variasi skema kopel dalam sistem pemodelan Coupled Ocean
Atmosphere-Wave-Sediment Transport (COAWST), yang mengintegrasikan model
atmosfer Weather Research and Forecasting (WRF), model laut Regional Ocean
Modeling System (ROMS), dan model gelombang Simulating WAves Nearshore
(SWAN), memengaruhi respons SST serta representasi lintasan, intensitas, struktur
spasial Siklon Tropis Senyar, dan curah hujan ekstrem selama kejadian tersebut.
Eksperimen simulasi menggunakan tiga konfigurasi untuk mengevaluasi pengaruh
peningkatan tingkat kopel, yaitu Skema 1 (WRF Only), Skema 2 (WRF–ROMS),
dan Skema 3 (WRF–ROMS–SWAN).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Skema 2 dan Skema 3 mampu
merepresentasikan perubahan SST secara dinamis serta pola pendinginan di
belakang lintasan siklon yang mengindikasikan adanya cold wake, sementara
pengaruh gelombang terhadap SST relatif kecil. Ketiga skema mampu
merepresentasikan pola umum tekanan, sirkulasi angin, dan deep convection dari
Siklon Tropis Senyar. Penerapan kopel juga meningkatkan kesesuaian representasi
curah hujan ekstrem dengan observasi, terutama pada Skema 2, sedangkan Skema
3 memberikan representasi variabel angin yang lebih baik. Secara keseluruhan,
sistem kopel berpengaruh terhadap respons dinamis laut dan representasi curah
hujan, sedangkan pengaruhnya terhadap karakteristik siklon dan struktur konvektif
bervariasi antarvariabel yang dievaluasi.
Perpustakaan Digital ITB