digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Gedung gereja pada masa kini berusaha mengikuti perkembangan zaman untuk menjalankan fungsinya. Salah satunya dengan pengadaan sistem tata suara untuk menunjangnya. Implikasi dari pengembangan ini cukup menarik untuk dipelajari. Tugas akhir ini membahas kondisi akustik gereja GKI Maulana Yusuf yang sejak dibangun sering mengalami gangguan tata suara. Beberapa parameter akustik ruangan dikaji melalui pengukuran, yaitu: tingkat kebisingan, distribusi SPL, waktu dengung, definition dan clarity. Selain itu dilakukan simulasi dengan menggunakan perangkat lunak CATT Acoustic untuk memperoleh nilai berbagai parameter yang dikaji serta sebarannya pada seluruh posisi di ruangan kebaktian yang terdiri dari dua lantai yang berbeda denah maupun ketinggiannya. Hasil pengukuran menunjukkan ruangan kebaktian memiliki nilai NC 53 yang melebihi batas ambang untuk gereja. Hasil kajian terhadap distribusi suara menunjukkan kondisi lantai bawah jauh lebih buruk daripada lantai atas, dengan nilai persebaran SPL lebih besar dari 5 dB. Waktu dengung berada pada rentang 1,2-1,4 detik. Standar nilai dan sebaran definition dan clarity, berturut-turut lebih besar dari 50 % dan di antara -2 hingga 4 dB, hanya sebagian saja dipenuhi baik di atas maupun bawah. Setelah dilakukan simulasi perbaikan, diperoleh nilai distribusi SPL, waktu dengung, dan clarity yang memenuhi target, dan sedangkan definition belum terpenuhi.