digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

COVER IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

COVER IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 1 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 2 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 3 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 4 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 5 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

BAB 6 IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

PUSTAKA IRA FALKIYA
PUBLIC Open In Flipbook Alice Diniarti

Pada tahun 2016, Standar Nasional Indonesia menluncurkan peraturan terbaru terkait perencanaan jembatan yaitu SNI 1725:2016 sedangkan peraturan perancangan jembatan terhadap beban gempa terbaru menggunakan SNI 2833:2016. Oleh karena itu jembatan yang dibuat sebelum tahun 2016, harus dievaluasi kinerjanya apakah masih mampu menahan beban sesuai peraturan terbaru. Sejalan dengan hal tersebut, maka perlu adanya evaluasi terhadap jembatan ciujung yang dibangun pada tahun 2005 dimana merupakan salah satu jembatan dari bagian Jalan Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang. Faktor yang menjadi dasar untuk dilakukannya evaluasi terhadap jembatan ini adalah adanya beberapa perubahan terkait pembebanan pada jembatan termasuk didalamnya beban lalu lintas dan beban rencana gempa. Evaluasi jembatan dilakukan berdasarkan pendekatan performance based, dengan menggunakan dua metode analisis yaitu Nonlinear Static Pushover Analysis (NSPA) dan Nonlinier Time History (NTHA) untuk memperkirakan base shear dan displacement yang terjadi pada kondisi inelastis dan menentukan level kinerja dari jembatan yang ditinjau. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa pembebanan yang berlaku saat ini melebihi kapasitas aksial-lentur pada stuktur kolom eksisting jembatan dan telah mengalami kondisi inelastis sehingga perlu adanya analisis nonlinier. Sedangkan untuk tulangan confinement pada kolom tidak memenuhi ketentuan yang berlaku saat ini, oleh karena itu untuk pemenuhan persyaratan dilakukan dengan pemasangan FRP warp. Dari hasil analisis nonlinier yang dilakukan diperoleh hasil, untuk motede Nonlinear Static Pushover Analysis (NSPA) nilai drift yang terjadi sebesar 0.907%, sedangkan untuk metode Nonlinier Time History Analysis (NTHA) nilai drift yang terjadi adalah 0.577%. Dari nilai drift kedua metode tersebut, level kinerja struktur jembatan yang diperoleh sama yaitu berada pada kategori Fully Opertional. Berdasarkan NCHRP-Synthetis 440 kategori tersebut menggambarkan kondisi dimana setelah gempa terjadi kerusakan yang terjadi dapat diabaikan dan layanan penuh tersedia untuk semua kendaraan setelah pemeriksaan dan pembersihan puing-puing. Kerusakan dapat diperbaiki tanpa mengganggu lalu lintas.