digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

NIO Inc. adalah produsen kendaraan listrik (EV) premium asal Tiongkok, membedakan dirinya dari para pesaing dengan memperkenalkan model bisnis Battery-as-a-Service (BaaS) pada tahun 2020, yang memungkinkan konsumen menyewa baterai secara terpisah dari bodi kendaraan. Terlepas dari inovasi ini, NIO terus mencatatk kerugian bersih dan penurunan harga saham. Penelitian ini mengevaluasi kinerja keuangan NIO Inc. dari tahun 2021 hingga 2025 dibandingkan dengan empat pesaing utama: Tesla Inc., BYD Company Limited, XPeng Inc., dan Li Auto Inc., serta menentukan apakah harga pasar saham NIO dinilai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Studi ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, termasuk analisis rasio keuangan, analisis DuPont, serta analisis time-series, cross-sectional, dan gabungan, dengan memanfaatkan data yang diambil dari laporan tahunan perusahaan. Selain itu, dilakukan penilaian dengan metode discounted cash flow (DCF) untuk mengestimasi nilai intrinsik saham NIO Inc., dengan menggunakan proyeksi arus kas bebas untuk perusahaan free cash flow to firm (FCFF) untuk periode 2026–2030 dan weighted average cost of capital (WACC) sebesar 9,39%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja NIO Inc. berada di bawah rata-rata industri, khususnya rasio likuiditas, utang, dan profitabilitas, yang sebagian besar disebabkan oleh beban operasional yang tinggi melampaui pertumbuhan pendapatan, serta struktur modal yang semakin bergantung pada utang. Penilaian DCF menunjukkan nilai intrinsik sebesar USD 5,16 per saham, sedikit di atas harga pasar NIO sebesar USD 5,10, yang mengindikasikan bahwa saham tersebut dinilai terlalu rendah. Hal ini menyiratkan bahwa kepercayaan investor terhadap NIO masih ragu akibat riwayat kerugian perusahaan. Kata Kunci: Battery-as-a-Service, produsen kendaraan listrik, kinerja keuangan, discounted cash flow valuation