ABSTRAK Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Ruang terbuka publik berupa taman kota memiliki peran penting dalam memenuhi
kebutuhan rekreasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Pasca
revitalisasi, perlu dilakukan evaluasi terkait keberhasilan kawasan Tebet Eco Park
dalam mengakomodasi kebutuhan ruang publik masyarakat secara optimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kinerja kawasan Tebet
Eco Park menggunakan pendekatan konsep placemaking yang difokuskan pada
empat elemen utama dari The Place Diagram, yaitu sociability, uses & activities,
comfort & image, serta access & linkages. Metode penelitian yang digunakan
adalah metode campuran (mixed methods) melalui studi kasus, dengan
pengumpulan data primer berupa observasi lapangan dan distribusi kuesioner
pada pengunjung Tebet Eco Park. Analisis data menggunakan metode deskriptif
kualitatif-kuantitatif, dengan proses evaluasi akhir menggunakan indikator,
pembobotan, dan parameter skoring dari Public Space Quality Index (PSQI) yang
dimodifikasi dan dirumuskan secara spesifik untuk konteks taman kota guna
menentukan tingkat kualitas masing-masing elemen placemaking. Hasil analisis
menunjukkan bahwa elemen uses & activities (73,75%), comfort & image
(72,5%), dan access & linkages (71,25%) berada pada Kategori B. Hal ini
menandakan kawasan taman telah berfungsi sebagai ruang publik yang aktif dan
dinamis, dengan didukung oleh keasrian lingkungan, kelengkapan fasilitas dasar,
serta kemudahan akses. Namun, elemen sociability masih dinilai kurang baik
(67,5%) dengan berada pada Kategori C. Hal tersebut dikarenakan kawasan taman
yang belum berfungsi optimal dalam mendorong interaksi antar pengunjung yang
lebih luas dan inklusif. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa secara umum
kawasan Tebet Eco Park telah menunjukkan kualitas yang baik sebagai ruang
publik taman kota dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan pengunjung
dengan lingkungan yang nyaman. Rekomendasi prioritas untuk pengembangan
kawasan Tebet Eco Park meliputi penyediaan ruang dan program interaksi
komunal, pengaktifan dan penataan kembali area UMKM, penambahan fasilitas
berteduh, serta penerapan universal design yang inklusif untuk menjamin
aksesibilitas yang ramah bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas.
Perpustakaan Digital ITB