digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 1 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 2 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 3 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 4 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 5 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

BAB 6 Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

PUSTAKA Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

LAMPIRAN Darren Antolis
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB

Ruang terbuka publik berupa taman kota memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan rekreasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Pasca revitalisasi, perlu dilakukan evaluasi terkait keberhasilan kawasan Tebet Eco Park dalam mengakomodasi kebutuhan ruang publik masyarakat secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan kinerja kawasan Tebet Eco Park menggunakan pendekatan konsep placemaking yang difokuskan pada empat elemen utama dari The Place Diagram, yaitu sociability, uses & activities, comfort & image, serta access & linkages. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) melalui studi kasus, dengan pengumpulan data primer berupa observasi lapangan dan distribusi kuesioner pada pengunjung Tebet Eco Park. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif, dengan proses evaluasi akhir menggunakan indikator, pembobotan, dan parameter skoring dari Public Space Quality Index (PSQI) yang dimodifikasi dan dirumuskan secara spesifik untuk konteks taman kota guna menentukan tingkat kualitas masing-masing elemen placemaking. Hasil analisis menunjukkan bahwa elemen uses & activities (73,75%), comfort & image (72,5%), dan access & linkages (71,25%) berada pada Kategori B. Hal ini menandakan kawasan taman telah berfungsi sebagai ruang publik yang aktif dan dinamis, dengan didukung oleh keasrian lingkungan, kelengkapan fasilitas dasar, serta kemudahan akses. Namun, elemen sociability masih dinilai kurang baik (67,5%) dengan berada pada Kategori C. Hal tersebut dikarenakan kawasan taman yang belum berfungsi optimal dalam mendorong interaksi antar pengunjung yang lebih luas dan inklusif. Hasil evaluasi mengindikasikan bahwa secara umum kawasan Tebet Eco Park telah menunjukkan kualitas yang baik sebagai ruang publik taman kota dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan pengunjung dengan lingkungan yang nyaman. Rekomendasi prioritas untuk pengembangan kawasan Tebet Eco Park meliputi penyediaan ruang dan program interaksi komunal, pengaktifan dan penataan kembali area UMKM, penambahan fasilitas berteduh, serta penerapan universal design yang inklusif untuk menjamin aksesibilitas yang ramah bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas.