ABSTRAK Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 1 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 2 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 3 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 4 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 5 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
BAB 6 Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
PUSTAKA Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
LAMPIRAN Abrar Muhammad
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terbatas Yoninur Almira
» Gedung UPT Perpustakaan
» ITB
Terpenuhinya kebutuhan akan air bersih merupakan hak dasar manusia
sebagaimana tertulis dalam UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air,
namun masih ada wilayah yang berkekurangan air tersebut, terutama pada
musim kemarau. Salah satu solusi terhadap hal tersebut adalah dengan alokasi
air dari proyek SPAM Regional Jatigede yang menurut KPBU akan menyalurkan
100 liter/detik dalam tahap pertama kepada Kabupaten Sumedang. Kabupaten
Sumedang tergolong wilayah Siaga Kekeringan, dan demi efisiensi, wilayah
penelitian dibatasi pada 12 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih menurut
BPBD ketika kemarau dan terjadinya fenomena El Nino, meliputi Kecamatan
Pamulihan, Jatigede, Situraja, Tanjungkerta, Tanjungmedar, Cimanggung,
Sumedang Utara, Cisarua, Jatinangor, Ujungjaya, Sumedang Selatan dan
Jatinunggal. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi prioritas dari
12 kecamatan yang mengalami krisis tersebut untuk mendapat alokasi kebutuhan
air guna mitigasi dampak kekeringan. Tahapan pertama berupa penentuan
kriteria berdasarkan studi literatur, kemudian mengidentifikasi kondisi dari
masing kriteria dalam tiap kecamatan melalui data sekunder, kemudian
menentukan bobot prioritas kriteria dari kuesioner yang diberikan pada
perwakilan instansi melalui Analytical Networking Process (ANP) dan analisis
pembobotan, kemudian mengaplikasikan bobot tersebut dalam skoring kondisi
kriteria melalui piranti Super Decisions menghasilkan urutan lokasi prioritas
perluasan pelayanan jaringan air bersih. Berdasarkan analisis yang dilakukan
dalam penelitian ini, prioritas tertinggi terdapat pada Kecamatan Sumedang
Utara, diikuti dengan Sumedang Selatan dalam peringkat kedua dan Jatinangor
dalam peringkat ketiga.
Perpustakaan Digital ITB