digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Zharifatun Nur Zahra
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Infeksi Hepatitis B Virus (HBV) kronis merupakan salah satu tantangan kesehatan global yang menyerang sekitar 254 juta orang di dunia pada tahun 2024, dengan Indonesia termasuk dalam sepuluh negara penyumbang kasus terbanyak. Meskipun sering tidak bergejala, infeksi HBV kronis dapat berkembang menjadi sirosis dan hepatocellular carcinoma (HCC). Terapi antivirus yang tersedia saat ini belum mampu mengeliminasi virus secara menyeluruh akibat persistensi covalently closed circular DNA (cccDNA) di dalam inti hepatosit yang berperan sebagai template transkripsi virus. Oleh karena itu, pengembangan vaksin terapeutik yang berbasis mRNA menjadi salah satu strategi yang menjanjikan untuk menginduksi respons imun seluler. Hepatitis B core antigen (HBcAg) yang bersifat imunogenik serta Hepatitis B X antigen (HBxAg) yang berperan dalam regulasi transkripsi virus dipilih sebagai target antigen. Pada penelitian terdahulu, kandidat vaksin terapeutik berbasis mRNA yang mengode multiepitop HBcAg-HBxAg telah dirancang menggunakan pendekatan reverse vaccinology dan imunoinformatika serta menunjukkan antigenisitas yang tinggi secara in silico. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi imunogenisitas seluler melalui respons IFN-? dan keamanan kandidat vaksin Hepatitis B berbasis mRNA yang mengode HBcAg dan multiepitop HBcAg-HBxAg berdasarkan desain vaksin yang dikembangkan sebelumnya pada mencit C57BL/6. mRNA diperoleh melalui proses in vitro transcription (IVT) dan diformulasikan ke dalam ionizable lipid VivofectamineTM (VF) bersama CpG. Pengujian in vivo dilakukan pada mencit C57BL/6 yang diinjeksi secara intramuscular. Terdapat lima kelompok perlakuan yaitu PBS, VF, VF-CpG, VF-CpG-HBcAg, dan VF-CpG-Multiepitop. mRNA dan CpG diberikan sebanyak 10 ?g/ekor dan 15 ?g/ekor dengan titik akhir pada hari ke-21 dan ke-42. Respons imun seluler dievaluasi menggunakan ELISpot untuk melihat produksi IFN-? yang dihasilkan oleh splenosit. Keamanan kandidat vaksin mRNA HBcAg dan multiepitop HBcAg-HBxAg dievaluasi melalui reaktogenisitas dan toksisitas pada mencit C57BL/6. Reaktogenisitas diperoleh melalui pengamatan edema dan eritema pada lokasi injeksi serta perubahan suhu, sedangkan evaluasi toksisitas melalui evaluasi berat badan serta pengukuran berat organ (jantung, hati, dan ginjal) mencit C57BL/6. Uji ELISpot menunjukkan kandidat vaksin mRNA HBcAg dan multiepitop HBcAg-HBxAg secara signifikan menghasilkan produksi IFN-? lebih tinggi dibandingkan kelompok PBS (P<0,0001) pada mencit hari ke-21 maupun hari ke-42. Evaluasi keamanan kandidat vaksin mRNA HBcAg dan multiepitop HBcAg-HBxAg menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada edema, eritema, perubahan suhu, perubahan berat badan, maupun berat organ antara seluruh kelompok perlakuan uji dan PBS. Berdasarkan hasil penelitian, kandidat vaksin Hepatitis B berbasis mRNA yang mengode HBcAg dan multiepitop HBcAg-HBxAg mampu menginduksi respons imun seluler melalui peningkatan produksi IFN-? serta menunjukkan profil keamanan yang baik pada mencit C57BL/6.