digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Dana Alokasi Umum (DAU) pasca reformasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) dalam menurunkan ketimpangan fiskal antar kabupaten/kota di Indonesia, serta menguji potensi reklasterisasi berbasis karakteristik ekonomi fiskal sebagai alternatif desain kebijakan. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder yang bersumber dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Ketimpangan kapasitas fiskal diukur melalui beberapa skenario kapasitas fiskal per kapita dengan menggunakan Indeks Theil, Williamson, dan Gini, sedangkan efektivitas DAU diukur menggunakan Fiscal Equalization Ratio. Sumber ketimpangan kemudian didiagnosis melalui dekomposisi Indeks Theil menjadi komponen antar klaster dan dalam klaster, dan reklasterisasi disimulasikan menggunakan metode K-Means Clustering pada beberapa skema alternatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan kapasitas fiskal awal masih tinggi dan bersifat struktural pada seluruh klaster ekonomi. DAU aktual terbukti efektif menurunkan ketimpangan fiskal dan secara konsisten memberikan hasil pemerataan yang lebih baik dibandingkan pendekatan berbasis celah fiskal murni. Ketimpangan fiskal juga terbukti lebih banyak bersumber dari heterogenitas di dalam klaster dibandingkan antar klaster, sehingga desain klaster yang berlaku dinilai belum cukup homogen secara fiskal. Simulasi reklasterisasi menunjukkan bahwa pendekatan hybrid yang menggabungkan dimensi geografis dan ekonomi fiskal mampu meningkatkan homogenitas klaster secara signifikan, sehingga direkomendasikan sebagai dasar penyempurnaan desain klaster Dana Alokasi Umum.