digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Irfan Muhammad
PUBLIC Open In Flipbook Rita Nurainni, S.I.Pus

ERA5 dan ERA5-Land menyediakan informasi temperatur secara kontinu, tetapi nilai pada grid belum tentu merepresentasikan kondisi yang tercatat pada lokasi pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa ERA5 dan ERA5 Land dalam merepresentasikan temperatur udara berdasarkan pengamatan Automatic Weather Station (AWS) di Cekungan Bandung. Evaluasi menggunakan data temperatur udara per jam dari sembilan AWS serta temperatur udara 2 m ERA5 dan ERA5-Land selama 1 Agustus 2018–31 Juli 2020. Data AWS yang telah melalui quality control dan data reanalisis yang diekstraksi pada lokasi stasiun diagregasikan menjadi temperatur maksimum, rata-rata, dan minimum harian atau Tmax, Tavg, dan Tmin. Performa kedua produk dinilai menggunakan bias, root mean square error (RMSE), korelasi Pearson, dan summed rank. ERA5-Land menghasilkan nilai absolut bias yang lebih kecil pada lima stasiun untuk Tmax, enam stasiun untuk Tavg, dan tujuh stasiun untuk Tmin. Produk ini juga memiliki RMSE lebih kecil pada masing-masing lima stasiun untuk Tmax dan Tavg serta enam stasiun untuk Tmin. Sebaliknya, ERA5 menghasilkan korelasi lebih tinggi pada lima stasiun untuk Tmax, tujuh stasiun untuk Tavg, dan seluruh sembilan stasiun untuk Tmin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ERA5-Land lebih sering merepresentasikan magnitudo temperatur dengan penyimpangan yang lebih kecil, sedangkan ERA5 lebih konsisten mengikuti perubahan temperatur harian, terutama pada Tmin. Keunggulan kedua produk tidak tersebar secara seragam antarlokasi. Total summed rank sebesar 121 untuk ERA5 dan 122 untuk ERA5 Land menunjukkan bahwa resolusi spasial ERA5-Land yang lebih tinggi tidak menghasilkan peningkatan performa yang konsisten pada seluruh lokasi, variabel temperatur, dan aspek evaluasi.