ERA5 dan ERA5-Land menyediakan informasi temperatur secara kontinu, tetapi
nilai pada grid belum tentu merepresentasikan kondisi yang tercatat pada lokasi
pengamatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa ERA5 dan ERA5
Land dalam merepresentasikan temperatur udara berdasarkan pengamatan
Automatic Weather Station (AWS) di Cekungan Bandung.
Evaluasi menggunakan data temperatur udara per jam dari sembilan AWS serta
temperatur udara 2 m ERA5 dan ERA5-Land selama 1 Agustus 2018–31 Juli 2020.
Data AWS yang telah melalui quality control dan data reanalisis yang diekstraksi
pada lokasi stasiun diagregasikan menjadi temperatur maksimum, rata-rata, dan
minimum harian atau Tmax, Tavg, dan Tmin. Performa kedua produk dinilai
menggunakan bias, root mean square error (RMSE), korelasi Pearson, dan summed
rank.
ERA5-Land menghasilkan nilai absolut bias yang lebih kecil pada lima stasiun
untuk Tmax, enam stasiun untuk Tavg, dan tujuh stasiun untuk Tmin. Produk ini
juga memiliki RMSE lebih kecil pada masing-masing lima stasiun untuk Tmax dan
Tavg serta enam stasiun untuk Tmin. Sebaliknya, ERA5 menghasilkan korelasi
lebih tinggi pada lima stasiun untuk Tmax, tujuh stasiun untuk Tavg, dan seluruh
sembilan stasiun untuk Tmin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ERA5-Land lebih
sering merepresentasikan magnitudo temperatur dengan penyimpangan yang lebih
kecil, sedangkan ERA5 lebih konsisten mengikuti perubahan temperatur harian,
terutama pada Tmin. Keunggulan kedua produk tidak tersebar secara seragam
antarlokasi. Total summed rank sebesar 121 untuk ERA5 dan 122 untuk ERA5
Land menunjukkan bahwa resolusi spasial ERA5-Land yang lebih tinggi tidak
menghasilkan peningkatan performa yang konsisten pada seluruh lokasi, variabel
temperatur, dan aspek evaluasi.
Perpustakaan Digital ITB