ABSTRAK Ayomi Raihan Rais Arsidi
EMBARGO  2027-01-22 
EMBARGO  2027-01-22 
Perairan Barat Sumatra dipengaruhi oleh sistem monsun, gelombang Kelvin,
upwelling, El Niño–Southern Oscillation (ENSO), dan Indian Ocean Dipole (IOD)
yang berperan dalam distribusi klorofil-a sebagai indikator produktivitas primer.
Penelitian
ini
bertujuan
mengevaluasi kinerja model CMIP6 dalam
merepresentasikan variabilitas spasial-temporal klorofil-a periode 2015–2050
berdasarkan skenario SSP1-2.6 dan SSP5-8.5 serta mengidentifikasi hubungan
antara parameter fisis dan biogeokimia yang memengaruhinya. Analisis dilakukan
menggunakan enam model CMIP6 yang digabungkan menjadi Multi-Model
Ensemble (MME) dan dibandingkan dengan data satelit ESA OC-CCI serta ERA5
melalui analisis spasial-temporal, bias, Diagram Taylor, Taylor Skill Score (TSS),
korelasi silang, dan Ekman pumping. Hasil menunjukkan bahwa CMIP6
menghasilkan distribusi klorofil-a yang lebih homogen dengan konsentrasi sekitar
0,3–0,4 mg m?³ serta didominasi bias positif di sebagian besar wilayah. Variabilitas
temporal menunjukkan konsentrasi klorofil-a tertinggi di wilayah utara, sedangkan
variabilitas musiman didominasi siklus 12 bulanan dengan puncak konsentrasi pada
September–Desember. Pola proyeksi SSP1-2.6 dan SSP5-8.5 relatif serupa hingga
tahun 2050, meskipun SSP5-8.5 menghasilkan konsentrasi klorofil-a yang sedikit
lebih tinggi. Evaluasi statistik menunjukkan korelasi model terhadap satelit berkisar
antara -0,110 hingga 0,267 dengan standar deviasi ternormalisasi sebesar 0,082
1,286. Model MPI-ESM1-2-HR menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai TSS
sebesar 0,601 pada SSP1-2.6 dan 0,548 pada SSP5-8.5. Variabilitas klorofil-a
dipengaruhi oleh penurunan suhu permukaan laut yang diikuti peningkatan klorofil
a sekitar satu bulan kemudian, serta peningkatan konsentrasi fosfat, nitrat, dan
oksigen terlarut. Kekuatan Ekman pumping meningkat pada kedua musim
peralihan, tetapi peningkatan klorofil-a hanya terjadi pada SON. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa CMIP6 mampu merepresentasikan pola umum distribusi
klorofil-a di Perairan Barat Sumatra, namun masih memiliki keterbatasan dalam
merepresentasikan proses pesisir dan variabilitas iklim antartahunan.
Perpustakaan Digital ITB