digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak -AUFANISWATUL DAVE
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM) sedang mengembangkan kapasitas terminal dari 2,3 juta menjadi 5,4 juta penumpang/tahun, sehingga perlu dievaluasi kecukupan fasilitas sisi udara pendukungnya untuk 20 tahun rencana hingga 2045, mengacu standar ICAO dan FAA. Hasil proyeksi menunjukkan penumpang meningkat menjadi 7.985.706 pada 2045 (rata-rata 6%/tahun), dengan jam puncak 21 pergerakan pesawat/jam. Evaluasi geometri menyatakan runway (3.000×45 m) dan taxiway masih memenuhi kebutuhan pesawat kritis B737-900ER, namun apron perlu dikembangkan dari 690×120 m menjadi 867×120 m. Evaluasi struktur perkerasan dengan metode manual, ACN-PCN (COMFAA), dan ACR-PCR (FAARFIELD) secara konsisten menyatakan perkerasan lentur runway dan taxiway masih memadai (ACN/ACR < PCN/PCR, CDF < 1), sedangkan perkerasan kaku apron sudah tidak memadai (ACN/ACR > PCN/PCR, CDF > 1) dengan sisa umur layan hanya 7,8 tahun. Karena itu, direncanakan perkerasan kaku baru pada perluasan apron serta unbonded PCC overlay pada apron eksisting, disertai perancangan ulang marka taxiway dan apron. Seluruh rencana pengembangan ini membutuhkan anggaran biaya sebesar Rp76,1 miliar. Kata kunci: Bandar udara, proyeksi penumpang dan pesawat, fasilitas sisi udara, perkerasan, rencana anggaran biaya