digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Leaf Area Index (LAI) merupakan parameter biofisik penting yang menggambarkan kondisi dan produktivitas kanopi hutan, namun variasinya pada ekosistem hutan pegunungan tropis masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola distribusi LAI dan keterkaitannya dengan karakteristik tegakan, serta menyusun model terbaik untuk mengestimasi LAI berbasis data spektral dan variabel vegetasi di CA/TWA Gunung Papandayan, Garut. Penelitian dilakukan pada plot permanen seluas 1 ha, terbagi menjadi 100 subplot berukuran 10 m × 10 m. Nilai LAI diperoleh menggunakan metode Canopy Hemispherical Photography (CHP), sedangkan data spektral diperoleh dari citra Sentinel-2A. Variabel yang dianalisis meliputi indeks vegetasi (NDVI, SAVI, EVI, FCD, dan NDMI), karakteristik struktur tegakan, komposisi floristik, jumlah individu, dan densitas kayu spesifik. Analisis data mencakup autokorelasi spasial, korelasi Pearson, Principal Component Analysis (PCA), uji multikolinearitas, serta regresi linear yang dievaluasi menggunakan R², RMSE, dan Corrected Akaike Information Criterion (AICc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LAI berkisar antara 1,32–4,06 dengan rerata 2,45 ± 0,51 dan berpola mengelompok berdasarkan Moran’s Index sebesar 0,36. NDVI menunjukkan hubungan terkuat dengan LAI (r = 0,64), diikuti oleh FCD, SAVI, EVI, dan NDMI. Model terbaik pada kelompok indeks tunggal diperoleh dari NDVI dengan nilai R² sebesar 0,46 dan RMSE 0,36. Sementara itu, model multivariat yang mengombinasikan NDVI dan rata-rata DBH menghasilkan model paling efisien (R² = 0,52; RMSE = 0,34; AICc = 53,99), sedangkan penambahan indeks keanekaragaman spesies memberikan akurasi tertinggi (R² = 0,53; RMSE = 0,33). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi informasi spektral dan karakteristik tegakan meningkatkan performa estimasi LAI pada hutan tropis pegunungan serta berpotensi mendukung pemantauan kondisi kanopi dan pengelolaan kawasan konservasi.