ABSTRAK Shofie Aliya Marwah
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Sesar Kendari tercatat dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PuSGeN)
sebagai sesar mendatar aktif berpotensi Mw 7,3 dan berlokasi dekat Kota Kendari,
namun parameter kinematiknya seperti laju gerak (slip rate) dan kedalaman
kuncian (locking depth) masih terbatas dan hanya didasarkan pada expert judgment.
Penelitian ini bertujuan mengestimasi laju gerak, laju rayapan (creep rate), dan
kedalaman kuncian Sesar Kendari menggunakan data deformasi interseismik hasil
pengamatan Global Navigation Satellite System (GNSS). Data terdiri atas data
berkala GNSS periode 2023-2025 pada tujuh stasiun dan data harian stasiun
kontinu CKEN periode 2010-2023, diolah dengan metode Precise Point
Positioning menggunakan GipsyX dalam kerangka ITRF2014. Kecepatan tiap
stasiun ditransformasikan ke kerangka acuan lokal CKEN dan diproyeksikan
terhadap arah jurus sesar untuk memperoleh kecepatan fault-parallel. Estimasi
parameter dilakukan melalui pemodelan screw dislocation elastik satu dimensi
yang mengakomodasi rayapan dangkal, menggunakan metode grid search dengan
kriteria Root Mean Square Error (RMSE) minimum. Karena adanya trade-off
antara slip rate dan locking depth, kedalaman kuncian dikekang pada 15 km
berdasarkan distribusi kedalaman seismisitas regional, merepresentasikan batas
transisi brittle-ductile kerak benua. Hasil pemodelan menunjukkan Sesar Kendari
bergeser mendatar dengan laju gerak 7,20 mm/tahun dan laju rayapan 6,00
mm/tahun hingga kedalaman 0,90 km (RMSE 1,02 mm/tahun). Selisih laju tersebut
menghasilkan defisit slip 1,20 mm/tahun yang mengonfirmasi bidang sesar pada
kedalaman 0,90-15 km terkunci kuat (fully locked) dan aktif mengakumulasi
regangan seismik. Laju gerak ini sebanding dengan estimasi geodetik sesar
mendatar darat lain di Indonesia seperti Sesar Lembang, dan rasio rayapannya
menunjukkan pola serupa dengan sesar tersebut. Hasil ini jauh berbeda dari estimasi
PuSGeN sebelumnya (0,1 mm/tahun) yang tanpa dukungan data geodetik.
Penelitian ini memberikan bukti geodetik yang mengonfirmasi status aktif Sesar
Kendari dan memutakhirkan parameter kinematikanya untuk mitigasi bahaya
gempa di Kota Kendari.
Perpustakaan Digital ITB