2026 ARYA BAGAS SATRIA ABSTRAK
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Terbatas Dwi Ary Fuziastuti
» ITB
Kebakaran lahan gambut di Indonesia merupakan bencana berulang dengan kerugian
besar, namun studi yang mengintegrasikan probabilitas kejadian dan estimasi kerugian
ekonomi ke dalam satu ukuran risiko kuantitatif masih terbatas. Penelitian ini
mengembangkan kerangka terintegrasi untuk mengkuantifikasi risiko kebakaran lahan
gambut di Sumatera dan Kalimantan. Probabilitas kejadian kebakaran dimodelkan
pada resolusi grid spasial dua-mingguan menggunakan algoritma gradient boosting
(XGBoost, LightGBM, CatBoost) yang tahan terhadap class imbalance, dengan validasi
Walk-Forward Optimization. Kerugian ekonomi tingkat grid diestimasi dari agregasi
berbagai komponen kerugian, dengan pola severity dimodelkan melalui distribusi probabilitas
terpilih per provinsi berdasarkan Akaike Information Criterion. Keduanya
diintegrasikan melalui simulasi Monte Carlo untuk menghitung premi murni asuransi,
Value at Risk (VaR), Tail Value at Risk (TVaR), serta premi reasuransi stop-loss. Hasil
penelitian menunjukkan model LightGBM dengan undersampling 1:5 sebagai model terbaik,
dengan ROC–AUC 0,8944 dan recall 0,8793, serta kelembapan relatif dan aktivitas
manusia sebagai prediktor paling berpengaruh. Simulasi Monte Carlo menghasilkan
premi murni asuransi nasional sebesar Rp29,354 triliun, dengan VaR 99% dan TVaR
99% masing-masing Rp30,530 triliun dan Rp31,005 triliun, mengonfirmasi risiko ekor
yang tidak tercermin oleh nilai ekspektasi kerugian. Premi reasuransi stop-loss nasional
menurun signifikan seiring meningkatnya retensi, dari Rp76,37 miliar pada VaR75%
menjadi Rp4,75 miliar pada VaR99%, serta mengonfirmasi variasi spasial yang substansial
antarprovinsi. Kerangka kuantitatif ini diharapkan menjadi dasar pengelolaan risiko
serta pengembangan skema pembiayaan bencana kebakaran lahan gambut di Indonesia.
Perpustakaan Digital ITB