ABSTRAK Mohd. Ivan Fahrezi
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
TA Mohd. Ivan Fahrezi
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Wilayah Bali, khususnya Kabupaten Karangasem di sekitar Gunung Agung,
merupakan kawasan dengan tingkat aktivitas tektonik dan vulkanik yang tinggi
sehingga memiliki kerentanan signifikan terhadap bahaya gempa bumi. Keberadaan
zona subduksi di selatan Bali, sesar aktif di daratan Karangasem, serta riwayat
erupsi Gunung Agung menunjukkan kompleksitas geologi dan geodinamika yang
berpotensi menimbulkan fenomena amplifikasi lokal saat terjadi gempa. Hingga
saat ini, kajian mengenai pengaruh kondisi bawah permukaan terhadap efek tapak
(site effect) di wilayah tersebut masih terbatas, padahal informasi ini sangat penting
dalam mendukung upaya mitigasi bencana dan pemetaan zona bahaya gempa
secara lebih detail.
Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi karakteristik bawah permukaan di
sekitar Gunung Agung dengan menentukan nilai frekuensi dominan (f0) faktor
amplifikasi (A0), indeks kerentanan seismik (Kg), dan profil kecepatan gelombang
geser rata-rata hingga kedalaman 30 meter (Vs30) menggunakan metode
Microtremor Horizontal-to-Vertical Spectral Ratio (MHVSR). Data yang
digunakan berupa rekaman mikrotremor dari pengukuran seismometer pada tanggal
23 Januari 2019 di 17 titik stasiun di sekitar Gunung Agung. Pengolahan data
dilakukan menggunakan perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh kurva H/V,
yang kemudian diinversi menggunakan algoritma Neighborhood Algorithm (NA)
guna memperoleh profil penampang vertikal Vs.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah sekitar Gunung Agung memiliki
variasi nilai f0 sebesar 1,327 hingga 7,201 Hz dan faktor amplifikasi (A0) berkisar
antara 1,582 hingga 8,031. Berdasarkan hasil inversi kurva elisitas HVSR, nilai ????????30
yang diperoleh berkisar antara 320,81 m/s hingga 702,43 m/s, yang
mengklasifikasikan situs penelitian ke dalam kelas tanah Tanah Sedang (SD) dan
Tanah Keras (SC) menurut SNI 1726:2019. Distribusi spasial menunjukkan bahwa
area dengan amplifikasi tinggi dan ????????30 rendah berasosiasi dengan endapan
vulkanik muda bertekstur lepas/sedimen tebal. Peta indeks kerentanan seismik (????????)
mengindikasikan zona rawan guncangan tinggi berada di sektor dataran di barat
daya Gunung Agung. Hasil ini diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah dalam
penyusunan mikrozonasi kebencanaan dan perencanaan tata ruang berbasis mitigasi
bencana di Kabupaten Karangasem, Bali.
Perpustakaan Digital ITB