Perkembangan teknologi jaringan membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi yang
tinggi untuk mendukung pertukaran data dalam lingkungan yang selalu berubah.
Arsitektur internet berbasis IP memiliki keterbatasan signifikan pada jaringan
dengan mobilitas tinggi seperti Vehicular Ad-hoc Network (VANET). Sebagai
solusi, Named Data Networking (NDN) mengusulkan paradigma komunikasi
berorientasi konten, di mana penamaan data menjadi pusat pengiriman informasi.
Dalam NDN, komunikasi difokuskan pada permintaan dan distribusi konten
bernama (named content), sehingga mekanisme caching, keamanan, dan
pengelolaan lalu lintas menjadi lebih efisien. Forwarding strategy memegang
peran krusial dalam menentukan efisiensi distribusi konten pada arsitektur
Vehicular Named Data Networking (V-NDN), terutama dalam mengatasi interest
loop, unsolicited data, dan manajemen struktur data NDN (CS, PIT, FIB).
Meskipun berbagai strategi seperti best-route, multicast-VANET, dan Adaptive
SRTT-based Forwarding (ASF) telah diusulkan, kinerjanya masih belum optimal
dalam skenario lalu lintas kendaraan yang sangat dinamis.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja forwarding strategy eksisting dan
mengembangkan Enhanced Adaptive SRTT-based Forwarding (E-ASF) untuk
meningkatkan efisiensi pengiriman konten. Penelitian ini mengusulkan dua
kebaruan utama: (1) algoritma E-ASF yang mengintegrasikan mekanisme interest
packet filtering adaptif berbasis RTT dan beban jaringan, serta (2) kerangka
evaluasi berbasis device metrics yang mengukur latensi pemrosesan pada tiga
komponen inti NDN, yaitu CS, PIT, dan FIB, dua pendekatan yang belum pernah
dilakukan secara bersamaan pada penelitian forwarding strategy V-NDN
sebelumnya.
Evaluasi dilakukan melalui simulasi berbasis framework NDN4IVC (NS-3,
ndnSIM, SUMO) pada skenario Traffic Management System (TMS) dengan
variasi 4–61 kendaraan dan durasi hingga 500 detik. Kinerja diukur menggunakan
metrik pipeline NFD dan device metrics (latensi pemrosesan CS, PIT, FIB). Hasil
penelitian menunjukkan E-ASF secara signifikan mengungguli strategi
pembanding: mencapai 100% Satisfied Interest, CS Hit Rate tertinggi (78%), PIT
Hit Rate terbaik (87%), serta latensi pemrosesan total terendah (0,059 detik pada
skenario 61 kendaraan). Mekanisme kontrol adaptif pada E-ASF berhasil
ii
meminimalkan unsolicited data (-7,8%) dan interest loop (?14,3%) tanpa
mengorbankan keandalan. Dengan demikian, E-ASF terbukti sebagai forwarding
strategy paling adaptif, efisien, dan terukur secara internal, menjadikannya solusi
optimal untuk implementasi sistem transportasi cerdas (ITS) berbasis VNDN.Perkembangan teknologi jaringan membutuhkan fleksibilitas dan efisiensi yang
tinggi untuk mendukung pertukaran data dalam lingkungan yang selalu berubah.
Arsitektur internet berbasis IP memiliki keterbatasan signifikan pada jaringan
dengan mobilitas tinggi seperti Vehicular Ad-hoc Network (VANET). Sebagai
solusi, Named Data Networking (NDN) mengusulkan paradigma komunikasi
berorientasi konten, di mana penamaan data menjadi pusat pengiriman informasi.
Dalam NDN, komunikasi difokuskan pada permintaan dan distribusi konten
bernama (named content), sehingga mekanisme caching, keamanan, dan
pengelolaan lalu lintas menjadi lebih efisien. Forwarding strategy memegang
peran krusial dalam menentukan efisiensi distribusi konten pada arsitektur
Vehicular Named Data Networking (V-NDN), terutama dalam mengatasi interest
loop, unsolicited data, dan manajemen struktur data NDN (CS, PIT, FIB).
Meskipun berbagai strategi seperti best-route, multicast-VANET, dan Adaptive
SRTT-based Forwarding (ASF) telah diusulkan, kinerjanya masih belum optimal
dalam skenario lalu lintas kendaraan yang sangat dinamis.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja forwarding strategy eksisting dan
mengembangkan Enhanced Adaptive SRTT-based Forwarding (E-ASF) untuk
meningkatkan efisiensi pengiriman konten. Penelitian ini mengusulkan dua
kebaruan utama: (1) algoritma E-ASF yang mengintegrasikan mekanisme interest
packet filtering adaptif berbasis RTT dan beban jaringan, serta (2) kerangka
evaluasi berbasis device metrics yang mengukur latensi pemrosesan pada tiga
komponen inti NDN, yaitu CS, PIT, dan FIB, dua pendekatan yang belum pernah
dilakukan secara bersamaan pada penelitian forwarding strategy V-NDN
sebelumnya.
Evaluasi dilakukan melalui simulasi berbasis framework NDN4IVC (NS-3,
ndnSIM, SUMO) pada skenario Traffic Management System (TMS) dengan
variasi 4–61 kendaraan dan durasi hingga 500 detik. Kinerja diukur menggunakan
metrik pipeline NFD dan device metrics (latensi pemrosesan CS, PIT, FIB). Hasil
penelitian menunjukkan E-ASF secara signifikan mengungguli strategi
pembanding: mencapai 100% Satisfied Interest, CS Hit Rate tertinggi (78%), PIT
Hit Rate terbaik (87%), serta latensi pemrosesan total terendah (0,059 detik pada
skenario 61 kendaraan). Mekanisme kontrol adaptif pada E-ASF berhasil
meminimalkan unsolicited data (-7,8%) dan interest loop (?14,3%) tanpa
mengorbankan keandalan. Dengan demikian, E-ASF terbukti sebagai forwarding
strategy paling adaptif, efisien, dan terukur secara internal, menjadikannya solusi
optimal untuk implementasi sistem transportasi cerdas (ITS) berbasis VNDN.
Perpustakaan Digital ITB