Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana engaging leadership memengaruhi turnover intention pada karyawan Generasi Z melalui peran mediasi berurutan psychological safety dan work engagement. Dengan mengacu pada Job Demands-Resources (JD-R) model dan Self-Determination Theory (SDT), penelitian ini mengkaji mekanisme bagaimana engaging leadership dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman secara psikologis serta meningkatkan work engagement karyawan, yang pada akhirnya dapat menurunkan turnover intention pada karyawan Generasi Z. Data dikumpulkan dari 440 karyawan Generasi Z yang sedang bekerja di Jakarta menggunakan desain penelitian kuantitatif cross-sectional dan kuesioner self-report. Responden dipilih menggunakan convenience sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, yaitu karyawan yang lahir pada tahun 1997 hingga 2005 dengan minimal dua tahun pengalaman kerja dalam organisasi mereka saat ini. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa engaging leadership berpengaruh positif secara signifikan terhadap psychological safety dan work engagement, tetapi tidak berpengaruh langsung terhadap turnover intention. Selain itu, work engagement berperan penting dalam menurunkan turnover intention dengan memediasi hubungan antara engaging leadership dan turnover intention, serta hubungan antara psychological safety dan turnover intention. Lebih lanjut, hasil penelitian mendukung peran mediasi berurutan psychological safety dan work engagement dalam hubungan antara engaging leadership dan turnover intention. Secara praktis, penelitian ini memberikan wawasan dalam mengembangkan pendekatan kepemimpinan dan lingkungan kerja yang aman secara psikologis untuk memperkuat work engagement karyawan serta membantu menurunkan turnover intention pada karyawan Generasi Z.
Perpustakaan Digital ITB