ABSTRAK Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Surbakti Alloy Christian
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah,
merupakan wilayah yang sering mengalami kekurangan air bersih pada musim
kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sumber air bawah tanah
dengan memetakan struktur bawah permukaan serta menentukan lokasi dan
kedalaman akuifer potensial menggunakan metode geolistrik konfigurasi
Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada tiga lintasan dengan panjang bentangan
bervariasi menggunakan 32 elektroda. Data resistivitas semu diolah dan diinversi
menggunakan perangkat lunak Res2Dinv hingga diperoleh model penampang
resistivitas 2D. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan
daerah penelitian tersusun atas tiga lapisan utama, yaitu lapisan permukaan berupa
lempung dan tuf halus (resistivitas < 26,9 ?m), lapisan akuifer berupa tuf pasiran
hingga breksi halus (resistivitas 7,48 – 168 ?m), dan batuan dasar berupa andesit
atau breksi vulkanik kompak (resistivitas > 1045 ?m). Potensi air tanah ditemukan
pada kedalaman bervariasi di setiap lintasan. Secara umum, zona akuifer dangkal
di daerah penelitian berada pada kedalaman 3 hingga 30 meter, dengan Lintasan 1
dan 3 merupakan target utama pengembangan sumber air tanah.
.
Perpustakaan Digital ITB