ABSTRAK Cyrilla Zabrina
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Devi Septia Nurul
» Gedung UPT Perpustakaan
Perubahan muka air tanah merupakan indikator penting dalam mengidentifikasi
kondisi akuifer dan tingkat pemanfaatan air bawah tanah, khususnya di wilayah
yang memiliki aktivitas pertanian dan pemukiman padat seperti Kabupaten Ngawi,
Jawa Timur. Untuk memahami dinamika sistem akuifer secara menyeluruh,
diperlukan pendekatan yang mampu menggambarkan karakteristik bawah
permukaan secara spasial dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan
pemodelan hidrogeologi bawah permukaan dengan menggabungkan data gravitasi
(gravity) dan data sumur bor guna mengidentifikasi zona potensial akuifer, zona
recharge (pengisian ulang), dan zona discharge (pengurasan). Metode gravity yang
digunakan merupakan metode geofisika pasif yang mengukur variasi medan
gravitasi bumi akibat perbedaan densitas batuan di bawah permukaan. Akuisisi data
dilakukan menggunakan gravimeter CG5 Autograv di sejumlah titik pengamatan
yang tersebar di wilayah penelitian. Data gravitasi yang diperoleh kemudian
dikoreksi melalui tahapan koreksi instrumen, drift, pasang surut, udara bebas, dan
Bouguer untuk menghasilkan peta anomali Bouguer lengkap. Selanjutnya,
dilakukan interpretasi kuantitatif berupa pemodelan dua dimensi (2D) distribusi
densitas batuan bawah permukaan. Sebagai pendukung dan validasi interpretasi
geofisika, digunakan data geologi dari sumur bor yang berisi informasi litologi,
kedalaman muka air tanah, serta ketebalan lapisan akuifer. Integrasi antara data
gaya berat dan data sumur bor memungkinkan pembuatan model hidrogeologi yang
lebih akurat dan representatif. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu
menggambarkan sistem akuifer di Kabupaten Ngawi secara spasial,
mengidentifikasi area dengan potensi tinggi terhadap air tanah, serta memberikan
rekomendasi ilmiah bagi pengelolaan dan konservasi sumber daya air tanah yang
berkelanjutan di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB