Indonesia sebagai negara agraris menghasilkan limbah sekam padi dalam jumlah besar yang
belum termanfaatkan secara optimal dan seringkali hanya dibakar, sehingga menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Penelitian mengeksplorasi
pemanfaatan limbah sekam padi sebagai material komposit berbasis material bio untuk produk
interior dengan menerapkan visualisasi Mapag Sri versi Desa Slangit, Cirebon, sebagai konsep
estetika melalui metode kualitatif yang mencakup studi literatur, wawancara, eksperimen
material, dan eksplorasi visual. Eksperimen dilakukan terhadap tiga jenis matriks berbasis bio
yaitu pati, kitosan, dan carboxymethyl cellulose (CMC), dengan hasil menunjukkan bahwa
CMC merupakan matriks paling optimal karena menghasilkan komposit yang konsisten,
kokoh, dan mudah dibentuk. Kombinasi CMC dengan kalsium karbonat sebagai penguat dan
gliserin sebagai plasticizer menghasilkan komposit terbaik melalui teknik basah dengan
pengeringan oven pada suhu 100°C, teknik laser cut dimanfaatkan sebagai metode
penggambaran motif pada permukaan komposit, sementara pewarnaan menggunakan pewarna
alami bubuk berupa charcoal, pinang, kemangi, kunyit, dan indigofera. Penelitian
menghasilkan tiga produk interior yang dirancang untuk Restoran Saji Marem, Dago, Bandung,
yaitu panel berukuran 200 x 110–130 cm dengan visualisasi kisah Mapag Sri dan Budug Basu
untuk ruang makan utama, wall decor berukuran 50 x 60 cm untuk ruang VIP, dan wall hanging
berukuran 170 cm bermotif mega mendung dan gunungan wayang untuk ruang makan Joglo,
dengan keseluruhan produk mengacu pada palet warna estetika Keraton Solo, sehingga
membuktikan bahwa limbah sekam padi berpotensi menjadi material produk interior yang
fungsional, estetis, dan mengandung nilai budaya lokal yang bermakna.
Perpustakaan Digital ITB